Tiga Rampok yang Tewaskan Sopir Taksi "Online" Dibekuk Setelah Dipancing Polisi

Kompas.com - 16/06/2018, 20:52 WIB
Wajah tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online KOMPAS.com/ Aji YK PutraWajah tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tiga pelaku perampokan yang menewaskan sopir taksi online, M Aji Saputra (26), dapat dibekuk setelah tim khusus dari Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Sumsel memancing para pelaku.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelaku kasus ini yakni Bambang Kurniawan (25), Yogi Andriansyah (19), dan Willy.

Polisi memancing mereka dengan menyamar sebagai pembeli mobil korban, yang telah dirampok ketiganya.

Mulanya, tim khusus kepolisian itu mengendus keberadaan pelaku kasus ini di daerah Muratara, yang merupakan kampung halaman tersangka Willy.

Di sana, petugas mendapatkan informasi jika ketiganya hendak menjual mobil merek Datsun Go-Panca warna Grey dengan plat nomor BG 1922, yang merupakan milik korban.

Baca juga: Satu Perampok yang Tewaskan Sopir Taksi Online Ditembak Mati

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi pun melakukan penyamaran dengan maksud memancing ketiganya.

Saat bertemu, tersangka Bambang menyadari jika pembeli mereka adalah polisi. Willy dan Yogi langsung keluar dari mobil dan mencoba melarikan diri.

Yogi ditangkap lebih dulu setelah timah panas petugas menembus kakinya hingga tak bisa kabur lagi.

Sedangkan Bambang, langsung tancap gas dengan mobil korban dan masuk ke areal perkebunan kelapa sawit.

Karena jalanannya begitu kecil, roda mobil korban yang dikemudikan Bambang amblas dan membuatnya tak dapat melarikan diri lagi.

Baca juga: Rampok yang Tewaskan Sopir Taksi Online Kembali Ditangkap, 1 Ditembak, 1 Menyerah

"Ketika kita dekati, tersangka Bambang malah mencoba melawan petugas lagi. Karena membahayakan, kita akhirnya menembak tersangka dan tewas,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara, Sabtu (16/6/2018).

Beberapa jam setelah tertangkapnya Bambang dan Yogi, keluarga dari Willy akhirnya menyerahkan Willy ke polisi.

"Ketiga tersangka ini melarikan diri ke Muratara dan hendak menjual mobil korban. Barang bukti mobil dan handphone milik korban kita dapatkan dari para pelaku,” ujar Yoga.

Baca juga: Pengemudi Taksi Online yang Dirampok Mayatnya Digantung di Jembatan

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kembali mengimbau kepada seluruh pengemudi taksi online untuk lebih berhati-hati ketika mendapatkan penumpang, terlebih saat tengah malam.

"Dalam kurun waktu dua tahun sudah empat kasus kita tangani. Modusnya sama, pura-pura jadi penumpang. Para driver harus hati-hati, apalagi penumpangnya cowok semua dan minta antar tengah malam. Lebih baik ditolak saja,” imbau Kapolda Sumsel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X