Polda Jateng Larang Arak-arakan di Jalan Saat Malam Takbiran - Kompas.com

Polda Jateng Larang Arak-arakan di Jalan Saat Malam Takbiran

Kompas.com - 14/06/2018, 11:34 WIB
Waka Polda Jawa Tengah Kombes Pol Ahmad Luthfi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/3/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Waka Polda Jawa Tengah Kombes Pol Ahmad Luthfi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/3/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah meminta kepada masyarakat supaya tidak melakukan arak-arak di jalan pada malam takbiran.

Hal tersebut agar tidak mengganggu arus lalu lintas pada malam perayaan Lebaran.

"Tidak ada arak-arak pada malam takbiran yang bisa mengganggu arus lalu lintas," kata Waka Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Ahmad Luthfi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018).

Menurut dia, untuk pengawasan malam takbiran telah diserahkan kepada masing-masing Polres jajaran di wilayah Jawa Tengah.

Polres yang menentukan titik-titik untuk kegiatan malam takbiran.

"Pak Kapolda (Irjen Condro Kirono) kemarin sudah menginstruksikan kepada Kapolres jajaran supaya mengantisipasi adanya arak-arakan malam takbiran," terang dia.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, Subari mengatakan, masyarakat yang ingin melakukan takbir keliling supaya tidak mengambil jalan protokol (utama).

Takbir keliling ke jalan justru akan menimbulkan kemacetan.

"Jangan mengambil jalan protokol. Tidak ada takbir keliling saja sudah macet, apalagi kalau ada takbir keliling di jalan raya. Selama ini yang kita lihat takbir keliling itu kaset, orang tidak takbir," jelas Subari.

Oleh karena itu, Subari meminta kepada masyarakat untuk merayakan malam takbiran di masjid.

MUI, kata Subari, juga melarang masyarakat membunyikan petasan karena tidak ada kaitannya dengan malam takbiran.

Justru orang yang menyalakan petasan pada malam takbiran tersebut akan membuat dirinya berdosa karena membuat orang lain terkejut.

"Menyalakan petasan atau kembang api yang meledak tidak ada manfaatnya. Lebaran adalah hari besar bisa bersilaturahim, bergembira ria dengan tidak berlebihan," ujar Subari.


Komentar

Terkini Lainnya

Paslon 'Hati' Benar-benar Absen Debat Kedua Pilkada Probolinggo

Paslon "Hati" Benar-benar Absen Debat Kedua Pilkada Probolinggo

Regional
Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun

Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun

Internasional
Usai Mencuri, Maling Ini Jalan Berpapasan dengan Korban

Usai Mencuri, Maling Ini Jalan Berpapasan dengan Korban

Megapolitan
Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Langkah Penyelamatan Diri Saat Kapal Tenggelam

Nasional
Survei LSI Pilkada Kalimantan Timur: Elektabilitas Rusmadi-Safaruddin 24,5 Persen, Isran-Hadi 22,3 Persen

Survei LSI Pilkada Kalimantan Timur: Elektabilitas Rusmadi-Safaruddin 24,5 Persen, Isran-Hadi 22,3 Persen

Regional
Jelang Masa Tenang, KPU Ingatkan Seluruh Alat Peraga Harus Diturunkan

Jelang Masa Tenang, KPU Ingatkan Seluruh Alat Peraga Harus Diturunkan

Nasional
Ketua Forum RT/RW: Pasangan Hasanah, Figur yang Diperlukan Masyarakat Jabar

Ketua Forum RT/RW: Pasangan Hasanah, Figur yang Diperlukan Masyarakat Jabar

Regional
Pemprov DKI Buka Kemungkinan Laporkan Hilangnya Penutup Gorong-gorong 'Underpass' Mampang ke Polisi

Pemprov DKI Buka Kemungkinan Laporkan Hilangnya Penutup Gorong-gorong "Underpass" Mampang ke Polisi

Megapolitan
SBY hingga Ical Bakal Hadiri Kampanye Akbar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor

SBY hingga Ical Bakal Hadiri Kampanye Akbar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor

Regional
Forum Silaturahmi Masyarakat Magelang Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Yasin

Forum Silaturahmi Masyarakat Magelang Doa Bersama untuk Dukung Ganjar-Yasin

Regional
Mengapa Nama Pemain Islandia di Piala Dunia Banyak yang Berakhiran 'Son'?

Mengapa Nama Pemain Islandia di Piala Dunia Banyak yang Berakhiran "Son"?

Internasional
Kisah Kedekatan Polisi dengan Warga di Perbatasan RI, Brigpol Kresna Sudah Dianggap Keluarga

Kisah Kedekatan Polisi dengan Warga di Perbatasan RI, Brigpol Kresna Sudah Dianggap Keluarga

Regional
DPS dan DPSLN Pemilu 2019 Ditetapkan 186.379.878 Pemilih

DPS dan DPSLN Pemilu 2019 Ditetapkan 186.379.878 Pemilih

Nasional
KPU Tetap Sosialisasi PKPU Larangan Eks Koruptor 'Nyaleg' meski Belum Diundangkan

KPU Tetap Sosialisasi PKPU Larangan Eks Koruptor "Nyaleg" meski Belum Diundangkan

Nasional
Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Dinilai Berpihak pada Rakyat Kecil

Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Dinilai Berpihak pada Rakyat Kecil

Nasional

Close Ads X