Kisah Pramoedya Ananta Toer Sempat Lupa pada Adik Sendiri setelah 13 Tahun Dipenjara (4)

Kompas.com - 06/06/2018, 08:24 WIB
Soesilo Toer saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) sore. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOSoesilo Toer saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) sore.

Gara-gara dituding PKI

Sepulang dari Rusia, Soes mengaku kangen dengan Pram. Sudah belasan tahun mereka tak bertemu. Saat itu, Pram dijebloskan dalam penjara karena dituding antek komunis.

Ternyata, Soes yang baru saja menginjakkan kaki di bandara di Jakarta juga langsung diseret ke jeruji besi. Tuduhannya sama. Soes dituding sebagai antek komunis hanya karena belajar ekonomi dan politik dari Rusia.‎ Plus, dia juga adik Pramoedya. Enam tahun lamanya dia dipenjara.

"13 tahun kami tak bertemu. S‎aya keluar penjara dan Mas Pram belum. Begitu Mas Pram keluar penjara, banyak warga yang ingin mengucapkan selamat. Banyak sekali yang mengantre saat itu, termasuk saya," kata Soes.‎

"Namun, saat nyaris giliran saya bersalaman dengan Pram, saya langsung berlari tinggalkan antrean. Saya kan cengeng. Waktu itu saya melihat Pram seperti tak mengenaliku. Pram yang akhirnya ‎diberitahu jika aku adalah adiknya langsung berlari mengejarku. Ia memelukku dan menangis. Dalam pelukan saya berbisik, 'Kamu bilang aku adalah adik kesayanganmu, tapi kenapa kau tak mengenaliku'. Pram semakin erat memelukku," lanjut dia.

Baca juga: Kisah Perjalanan Politik Bupati Purbalingga, dari Sopir Truk hingga Ditangkap KPK

‎Meski paling nakal di antara saudara yang lain, Soes mengaku, dia dinilai sebagai adik Pram yang paling dibanggakan. Sebab, Soes mengantongi gelar paling tinggi dibanding saudaranya yang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebanggaan Pram itu dituangkan dalam buku berjudul Nyanyian Sunyi Seorang Bisu. Buku itu ditulis Pram di Pulau Buru.‎

Soes mengakui bahwa Pram begitu sangat berarti baginya. Pram menempa kepribadiannya yang cengeng menjadi berkarakter kuat untuk melawan kerasnya kehidupan.‎

Saking sayangnya Pram kepada Soes, bahkan secara diam-diam‎ Pram titip kepada salah seorang temannya supaya membantu Soes di Rusia apabila tertimpa kesusahan.

"Pram berpesan kepada temannya, Benedict Anderson, salah satu tokoh yang mengemukakan konsep nasionalisme untuk membantu saya. Saat di Rusia, meski saya makmur,‎ terkadang Benedict Anderson menyelipkan uang ketika mengirim data dari Indonesia ke Rusia. Benedict Anderson itulah yang membantu menyelesaikan disertasi. Dia yang mengirim data-data dari Indonesia. Saya menghargai jasanya dan memberi nama anak saya Benee. Saya kemudian sisipkan nama Jawa, Santoso. Jadilah Benee Santoso nama anak saya," ‎pungkasnya.

Pram juga sangat menyayangi keluarga besarnya. Pram sempat pernah berkeinginan memperbaiki rumah keluarganya di Blora dan mempercantik pusara orangtuanya.

"Sayang keinginan itu tidak kesampaian karena perbedaan pendapat di keluarga. Pram mudah marah," pungkas Soes.‎

 

BERSAMBUNG: Kisah Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer yang Rusak dan Bocor di Mana-mana (5)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.