Ribuan Ikan Koi Tiba-tiba Muncul di Sungai di Tulungagung, Warga Heboh Menjala

Kompas.com - 05/06/2018, 16:26 WIB
Suryanto menunjukkan ikan koi hasil tangkapannya. Warga menyebutkan, ribuan ikan koi tiba-tiba memenuhi sungai kecil di Dusun Karanggude, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. SURYA/David YohanesSuryanto menunjukkan ikan koi hasil tangkapannya. Warga menyebutkan, ribuan ikan koi tiba-tiba memenuhi sungai kecil di Dusun Karanggude, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Warga di Dusun Karanggude, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dikejutkan munculnya ribuan ekor ikan koi di sungai kecil di dusun tersebut mulai dari Senin (4/6/2018) pagi.

Warga berebut menangkap ikan aneka warna ini dengan berbagai alat, seperti jala dan serok ikan.

Seorang warga bernama Suryanto (45) mengatakan, ikan-ikan ini diperkirakan sudah ada di sungai ini sejak dini hari.

"Warga tahunya sudah agak siang, sekitar pukul enam. Semua langsung heboh," ujar Suryanto.

Baca juga: Viral, Foto Spanduk Prabowo Salah Cetak Bergeraklah Merebut Kenangan

Ada ribuan ikan yang ditemukan di saluran pembuangan limbah rumah tangga ini. Seorang warga, Kiat (49), mengaku sudah menangkap hingga 500 ekor.

"Tadi dua bak besar penuh, sudah saya bawa pulang," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendapat 500 ikan koi, Kiat masih penasaran. Dia kembali lagi ke lokasi untuk menangkap ikan dengan jala. Kiat sempat kebingungan mau diapakan ikan yang ditangkapnya.

Saking banyaknya ikan yang ditangkap, Kiat membiarkan warga mengambil ikan yang baru saja dijalanya.

Meski berulang kali menangkap ikan, bak penampungan sementara yang dibawanya hanya berisi tiga ekor ikan koi dengan warna merah polos, tanpa pola.

"Enggak apa-apa sambil amal," ucapnya sambil terus menjala.

Baca juga: Kisah Soesilo Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Bergelar Doktor dan Kini Jadi Pemulung (1)

Di pasaran, ikan koi berukuran kurang dari 10 sentimeter ini laku antara Rp 1.000 per ekor hingga Rp 3.000 per ekor.

Harga itu tanpa melihat motif dan warna ikan. Namun jika ikan sudah terpilih, harganya bisa jauh lebih mahal.

"Sudah ada pembelinya, tapi enggak tahu nanti seperti apa," tutur Kiat.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Geger Ribuan Ikan Koi Secara Misterius Memenuhi Sungai di Tulungagung, Warga Mendadak 'Jutawan'



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X