Anak Korban Bom Gereja Surabaya: Kami Sudah Memaafkan Pelaku... - Kompas.com

Anak Korban Bom Gereja Surabaya: Kami Sudah Memaafkan Pelaku...

Kompas.com - 17/05/2018, 08:14 WIB
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kurnianto tampak tegar saat datang ke RS Bhayangkara bersama ayah serta kakak dan adiknya untuk menjemput jenazah sang ibu, Lim, untuk dibawa pulang ke rumah mereka di Tangerang, Banten.

Lim meninggal dunia dalam peristiwa ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya, Jawa timur, Minggu (13/5/2018) pagi. Saat itu, Lim hendak mengikuti ibadah bersama temannya, Siska.

Namun dengan suara bergetar, Kurnianto memohon maaf untuk sang ibu jika ada kesalahan yang dibuatnya selama hidup.

Meski kehilangan orang tersayang dalam aksi bom bunuh diri itu, dia mengatakan, keluarga sudah memaafkan sang pelaku.

"Saya minta maaf mewakili mama apabila ada kesalahan, mohon dimaafkan dan doakan mama saya sudah di surga. Dan untuk pelaku, kami sudah memaafkan dan saya percaya mama saya sudah di rumah Tuhan," ungkapnya seperti ditayangkan di KompasTV, Senin (15/5/2018).

Kurnianto mengatakan, sang mama engah berada di Surabaya untuk kepentingan bisnis. Dia dan teman-temannya, Siska dan Susana, akan mengikuti pameran batik. Mereka pun menginap di salah satu hotel di Abengan.

"Sebenarnya deketnya ke katedral. Tetapi mungkin ini sudah jalan Tuhan, jadi mama pergi ke gereja Ngagel yang katanya salah satu gereja tertua di Surabaya, jadi masih ada ceritalah dan mama ke sana," ungkapnya.

Saat kejadian, berdasarkan rekaman CCTV, Kurnianto mengatakan sang ibu persis berada di depan gereja, di samping motor pelaku bom bunuh diri saat ledakan terjadi.

"Kalau saya lihat CCTV, ya mungkin Tuhan sudah merencanakan yang indah, ketika mama masuk sampai gerbang, enggak langsung masuk, stay di situ 5 menit. Jadi ketika ada motor masuk, orang yang menahan, Pak Bayu ada di sebelah kiri (motor), mama dan Ibu Siska ada di sebelah kanan," tuturnya.

"Nanti mama urus papa"

Kurnianto mengaku tidak ada firasat khusus mengenai kepergian sang ibu. Dia mengaku terakhir kali bicara dengan sang ibu pada hari Sabtu setelah sang ayah melakukan rontgen tiroid.

"Mama bertanya seperti penasaran sekali. Kita seolah enggak ada tanda karena kita sibuk urus papa. Terakhir bilang, 'nanti mama yang urusin papa, mama yang akan bikinin obatnya'," ungkapnya.

Terakhir, Kurnianto menuturkan bahwa dia percaya aparat keamanan sudah bekerja dan masyarakat jangan saling menuding satu sama lain.

"Mungkin bagi masyarakat di luar sana, kita jangan men-judge agama karena apapun agama tidak ada yang menyuruh melakukan yang jahat. Semua agama itu baik dan percayalah kepada aparat keamanan, Polisi TNI, dan pemerintah. Kami percaya pemerintah sudah melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Dan yang terakhir, Tuhan tolonglah bangsa dan negara kami Indonesia," tuturnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

OTT Kepala Daerah di Lampung Diduga Terkait Proyek Infrastruktur di Mesuji

OTT Kepala Daerah di Lampung Diduga Terkait Proyek Infrastruktur di Mesuji

Nasional
KPK Tangkap Tangan Kepala Daerah di Lampung

KPK Tangkap Tangan Kepala Daerah di Lampung

Nasional
Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional

Close Ads X