Jenazah Pelaku Bom di RS Bhayangkara Polda Jatim Belum Dijemput Keluarga - Kompas.com

Jenazah Pelaku Bom di RS Bhayangkara Polda Jatim Belum Dijemput Keluarga

Kompas.com - 16/05/2018, 16:08 WIB
Jenazah pelaku bom dievakuasi di RS Bhayangkara Polda JatimKOMPAS.com/Achmad Faizal Jenazah pelaku bom dievakuasi di RS Bhayangkara Polda Jatim

SURABAYA, KOMPAS.com - Hingga hari ke-3 pasca aksi ledakan bom, Rabu (16/5/2018), belum ada pihak keluarga yang mengambil jenazah pelaku bom di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

"Belum ada satupun pihak keluarga yang datang ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengambil jenazah," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Rabu (16/5/2018).

Polisi mencatat, ada 13 jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) yang sudah diidentifikasi. Jasad mereka kini disimpan dalam kontainer khusus penyimpanan jenazah.

Ke-13 jasad tersebut adalah Dita Supriyanto, pelaku bom diri di Gereja Pusat Pantekosta Surabaya di jalan Arjuno; Puji Kuswati (istri Dita Supriyanto) dan dua anak perempuannya berinisial FS (12) dan PR (9), yang meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro.

Baca juga: Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Akan Diurus Negara

 

Lalu Yusuf Fadil berusia 18 tahun, dan FH berusia 16 tahun yang meledakkan diri di gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya.

Kemudian Anton Febrianto (47), dan istrinya, Puspitasari (47), serta anak keduanya, Hilta Aulia Rahman (17), yang tewas di dalam rumah di rumah susun Wonocolo, Kecamatan Sidoarjo.

Baca juga: Kisah Anak Pelaku Bom Sidoarjo yang Tolak Ajaran Ayahnya Jadi Teroris

Selanjutnya, Tri Ernawati (43) dan suaminya, Tri Murtono (50) yang meledakkan diri di pintu gerbang Markas Polrestabes Surabaya Senin lalu. Dua anak keduanya ikut tewas dalam ledakan itu, yakni Muhammad Daffa Amin Murdana (18) dan SM (14).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X