Kapori: Ledakan Di Rusunawa Wonocolo Adalah Senjata Makan Tuan - Kompas.com

Kapori: Ledakan Di Rusunawa Wonocolo Adalah Senjata Makan Tuan

Kompas.com - 14/05/2018, 13:24 WIB
Ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI Ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Ledakan bom di Blok B lantai 5 nomor 2 rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo disebut polisi senjata makan tuan. Peracik mengalami kecelakaan dalam merakit bom sehingga meledak pada Minggu malam kemarin.

"Kita sudah mengkonfirmasi kepada salah satu anaknya yang selamat, ternyata ledakan bom di Rusun Wonocolo karena kecelakaan," kata Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Di rumah tersebut, sebuah bom rakitan meledak sekitar pukul 21.00 WIB pada Minggu (13/5/2018) malam. Ledakan sempat membuat penghuni rusunawa ketakutan dan berhamburan keluar.

Baca juga: Waspadai 5 Ciri Berita Hoaks

Kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, kepala keluarga tersebut atas nama Anton Febrianto (47), sementara istrinya bernama Puspitasari (47). Anak pertamanya Hilta Aulia Rahman (17), tewas bersama ibunya saat bom rakitan meledak.

Dua anak perempuannya yakni Faiza putri (11) dan Garida Huda Akbar (10) dilarikan ke rumah sakit akibat ledakan tersebut. Keduanya diantar Ainurahman (15), anak lelaki Anton. 

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditembak di Sidoarjo Berprofesi Pembuat Detergen

Kompas TV Ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan terjadi di sebuah Rusunawa di Sidoarjo, Jawa Timur.


Terkini Lainnya

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional
Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Megapolitan
Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Regional

Close Ads X