Debat Pilkada NTT, Emi Nomleni Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Marianus Sae

Kompas.com - 09/05/2018, 00:20 WIB
Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2 Emilia Nomleni, saat memaparkan visi dan misinya dalam debat yang berlangsung di studio I News TV Jakarta, Selasa (8/5/2018) malam HandoutCalon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2 Emilia Nomleni, saat memaparkan visi dan misinya dalam debat yang berlangsung di studio I News TV Jakarta, Selasa (8/5/2018) malam

KUPANG, KOMPAS.com - Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) hadir dalam debat putaran kedua pemilihan kepala daerah, yang berlangsung di studio INews TV, Jakarta, Selasa (8/5/2018) malam.

Dalam debat tersebut Calon Wakil Gubernur Nomor urut 2 Emilia Nomleni mengucapkan selamat ulang tahun kepada pasangannya Calon Gubernur Marianus Sae.

Marianus Sae tidak hadir dalam debat tersebut karena saat ini sedang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena terlibat kasus suap senilai Rp 4,1 miliar.

"Pada kesempatan ini, atas nama pribadi dan semua pendukung, mengucapkan selamat ulang tahun ke-56 kepada Bapak Marianus Sae, tetap kuat bersama kita tuntaskan perjuangan ini," ucap Emilia.

Menurut Emilia, hukum yang akan menyatakan kepastian status Marianus Sae. Karena itu kata Emilia, semua pihak harus menghormati asas praduga tak bersalah dan juga menghormati hukum itu sendiri.

"Seperti juga halnya Bapak Marianus Sae, yang taat pada proses hukum yang terjadi saat ini,"imbuh Emilia.

Baca juga : Dua Kali Debat Pilkada NTT Tanpa Dihadiri Marianus Sae

"Saya berdiri di sini karena hukum, bapak ibu di sini hadir karena hukum, bapa dan mama yang menonton kami di rumah juga karena hukum. Begitu pun Bapa Marianus Sae," sambungnya.

Karena itu lanjut Emilia, dirinya secara tegas menyatakan sikap bahwa sekalipun langit runtuh, hukum harus ditegakan dan hukum adalah panglima utama. Hukum ada untuk keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum itu sendiri.

"Satu hal yang pasti, seorang Marianus Sae adalah pemimpin yang mau bekerja keras untuk kepentingan masyarakat dan benar-benar telah terbukti dan dirasakan langsung oleh rakyatnya saat menjabat sebagai Bupati Ngada," kata Emilia.

Untuk diketahui, Marianus resmi ditahan oleh KPK, sejak Senin (12/2/2018) lalu.KPK kemudian memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Kabupaten Ngada itu, selama 30 hari ke depan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X