Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Desy, Wanita Berhijab Penolong Anjing Liar, Kasih Sayang untuk Semua Makhluk (1)

Kompas.com - 30/04/2018, 09:09 WIB
Kontributor Lombok Tengah, Lalu M. Syamsul Arifin,
Caroline Damanik

Tim Redaksi

LOMBOK, KOMPAS.com — Malam itu, setelah menunggu kira-kira satu jam, selepas azan Isya, Desy Marlina Amin, perempuan berjilbab yang senang merawat anjing dan kucing liar, muncul dengan senyumnya di ruang tamu rumahnya di Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dia menjabat tangan lalu meminta maaf karena membuat tamu menunggu lama. Dia mengaku baru saja dipijat.

Tak ada salakan anjing yang terdengar malam itu, tak ada pula anjing yang berseliweran di lingkungan rumahnya. Hanya ada beberapa kucing yang lalu lalang memecah remang malam.

Belakangan Desy menjelaskan bahwa seratusan anjing peliharaannya dititipkannya di rumah orang lain yang bersedia memeliharanya.

Baca juga: Cerita di Balik Pernikahan Pelajar SMP, Tunda Hamil demi Sekolah (2) 

Desy lalu menuturkan bahwa dirinya sekarang sudah bisa menerima dengan legawa hujatan ataupun sindiran terkait aktivitasnya merawat hewan liar di jalanan, terutama anjing.

Dia mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya selama ini tidak bermaksud membuat sensasi atau melecehkan agama yang dianutnya. Motivasinya semata kasih sayang untuk semua makhluk, termasuk hewan-hewan telantar, seperti kucing dan anjing jalanan.

Binatang juga punya perasaan

Sejak kecil, lanjut Desy, dia sudah suka sekali berinteraksi dengan hewan, baik itu binatang peliharaan, ternak, maupun liar. Tak cuma anjing dan kucing.

Pernah dulu waktu kecil, Desy memiliki anjing yang sangat setia kepadanya. Anjing itu yang menemani ketika hendak berangkat mengaji.

Dari seberang sungai yang dilewati Desy pergi mengaji, anjing itu menunggunya hingga pulang mengaji. Demikian juga saat Desy berangkat sekolah, Desy mengaku selalu diantar anjing itu. Sepulang sekolah, dia pun makan siang dengan ditemani sang anjing.

Desy hanya yakin bahwa semua mahluk hidup di dunia ini memiliki perasaan yang sama seperti manusia, termasuk anjing-anjing liar atau hewan-hewan telantar yang tidak bertuan di luar sana.

"Saya yakin bahwa semua mahluk hidup itu, baik yang dicap najis maupun tidak menurut agama, mengalami hal yang sama dengan manusia. Bisa senang, bisa sedih, bisa sakit, dan melarat. Hanya saja, kita tidak tahu dan tidak mau tahu penderitaan mereka," katanya.

Baca juga: Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, Andi, Mamak Ini, Anakku...

Berpijak dari pemahaman itulah dia kemudian merasa terpanggil menolong binatang-binatang yang diabaikan keberadaannya oleh manusia. Desy mengambil inisiatif merawatnya, paling tidak sampai anjing-anjing itu sehat kembali dan menanggung semua biayanya sendiri.

Dia lalu menceritakan pengalamannya ketika menjadi tenaga penjual mi instan. Dia kerap meminta produk mi instan yang dikembalikan, entah karena rusak kemasannya atau karena sudah kedaluwarsa, dari bosnya.

Mi tersebut direndamnya beberapa saat dengan air lalu ditaruh di jalanan dengan harapan bisa dimakan binatang, seperti anjing dan kucing liar, termasuk pula serangga, seperti lalat, semut, atau kuman sekalipun. Bagi Desy, yang penting tidak mubazir.

Bersambung ke halaman 2: Dihujat dan diancam dibunuh

 

Desy Marlina Amin, perempuan berhijab penolong hewan liar di jalanan, termasuk anjing, di Lombok Tengah, NTB. Aksinya menuai kontroversi.KOMPAS.com/Lalu Syamsul Arifin Desy Marlina Amin, perempuan berhijab penolong hewan liar di jalanan, termasuk anjing, di Lombok Tengah, NTB. Aksinya menuai kontroversi.
Dihujat dan diancam dibunuh

Desy sadar, interaksinya dengan hewan di jalanan, terutama anjing, kerap memicu protes dan perdebatan karena dia adalah seorang Muslim yang hidup dan besar di tengah masyarakat Muslim pula.

Dia mengatakan, dirinya memahami hukum menyentuh atau berinteraksi dengan binatang yang dicap najis tersebut. Oleh karena itu, setelah berinteraksi dengan anjing, misalnya, dia selalu kembali menyucikan diri dan mengganti pakaian.

"Habis mengurus anjing-anjing itu, saya selalu bersuci sesuai syariat dan mengganti pakaian dengan yang bersih. Di mobil juga saya selalu bawa pakaian dua atau tiga pasang. Jaga-jaga nanti bertemu sama anjing-anjing telantar di jalanan," ungkap Desy.

Baca juga: Kisah Arisan Mama Gaul, Teman Baik Pun Ditipu 

Soal hujatan yang diterimanya sampai saat ini, Desy tidak mau ambil pusing. Dia yakin, hanya Tuhanlah yang Maha Tahu dan berhak menilai niat baik seseorang, bukan "netizen" yang kerap mengecap dia sebagai "perempuan tidak benar".

Dia mengaku sudah kenyang dengan hujatan atau ujaran kebencian yang ditujukan kepadanya. Desy juga mengalami intimidasi atau ancaman pembunuhan oleh orang yang tidak dikenalnya sama sekali.

"Tadi saja, saya sempat curiga, jangan-jangan, Mas, itu orang yang mengancam mau bunuh saya. Saya mulai curiga ketika Mas menanyakan alamat saya. Soalnya beberapa hari ini saya diancam akan dibunuh sama orang yang sama sekali tidak saya kenal. Dia ngancam saya lewat HP," ucap Desy.

Menurut dia, biasanya hujatan dan ancaman ini justru datang dari orang-orang di luar daerah tempat tinggalnya. Dia tidak berniat lapor polisi karena memang tidak ingin berkonflik.

Desy lalu bercerita, beberapa hari yang lalu dia didatangi sejumlah orang yang mengaku aparat Polres Kopang. Mereka bertanya apakah orang yang ada dalam video yang viral itu adalah dirinya. Mereka juga mempertanyakan motivasi Desy melakukan kegiatan tersebut.

Hanya ingin berbuat baik

Kini, ada sekitar 105 anjing jalanan dan 39 kucing yang diasuh Desy. Anjing-anjing itu sengaja tidak dipelihara di rumahnya atas alasan menjaga hubungan baik dengan tetangganya yang seluruhnya Muslim.

Anjing-anjing tersebut dititipkannya di beberapa titik di kediaman keluarganya yang bersedia merawatnya. Sementara itu, 39 kucing dipeliharanya di rumah sendiri.

Uniknya, Desy selalu memberi nama kepada semua binatang telantar yang dirawatnya. Jika mereka mati di rumahnya, Desy akan membungkusnya dengan kain kafan dan menguburnya di halaman rumahnya.

"Ada ratusan lebih bangkai kucing yang mati kami kuburkan di halaman itu," kata seorang saudara Desy sambil menunjuk halaman depan rumah Desy.

(Baca juga: Senyum Geli Jokowi Saat Gendong Anak Balita Bernama Jokowi di Asmat)

Belakangan, setelah kegiatannya dengan anjing-anjing terlantar itu viral dan diketahui banyak orang, sejumlah perusahaan di Lombok yang bergerak di bidang pengembangan kawasan pariwisata mengajak Desy bekerja sama untuk menekan populasi anjing liar. Desy masih pikir-pikir.

Perempuan pemilik usaha online dan bisnis travel yang membiayai kegiatannya menolong anjing jalanan secara mandiri ini pun bertekad terus melakukan aksinya tanpa harus menyinggung ataupun merugikan orang lain.

Dia tak ingin menanggapi berlebihan orang-orang yang menghujat dirinya. Desy hanya ingin berbuat baik untuk mengubah keadaan yang tak ideal. Syukur-syukur ada yang terinspirasi dan tergerak membantu aksinya ini.

"Ya, kalau mau belajar agama diawali dengan perbedaan, kita tidak akan pernah berhenti menghujat orang lain. Namun, kalau menyadari perbedaan pandangan sebagai titik awalnya, saya pikir akan banyak yang tergerak untuk melakukan aksi positif lainnya," katanya.

 

BERSAMBUNG: Kisah Desy, Wanita Berhijab Penolong Anjing Liar yang Disiram Air Panas (1)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com