Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Kompas.com - 26/04/2018, 10:06 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan, sanksi sosial dinilai penting untuk memberikan efek jera bagi para koruptor agar tidak melakukan tindakan korupsi kembali. KOMPAS.com/AGIE PERMADIKetua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan, sanksi sosial dinilai penting untuk memberikan efek jera bagi para koruptor agar tidak melakukan tindakan korupsi kembali.

BANDUNG, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan, sanksi sosial dinilai penting untuk memberikan efek jera bagi para koruptor agar tidak melakukan kembali tindakan korupsi.

Banyak koruptor yang ditangkap KPK bukannya malu, melainkan masih bisa memberikan senyuman dan melambai ke kamera saat kamera awak media tengah meliput penangkapan tersebut.

" Sanksi sosial penting sekali. Kalau kita bisa men-create, saya sedang memikirkan di KPK, enaknya supaya mereka itu malu, bukan hanya pakai jaket kuning karena pakai jaket kuning masih bisa dadah dan tertawa di depan TV," kata Agus saat memberikan kuliah umum bertajuk "Pendidikan Anti Korupsi" di ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu (25/4/2018).

Dia menjelaskan, pemberian hukuman kerja sosial bagi para koruptor ini diharapkan bisa memunculkan budaya malu dalam diri koruptor tersebut sehingga mereka jera untuk tidak melakukan tindakan korupsi kembali.

"Sebetulnya begini, kasih hukuman seperti ini salah satunya kerja sosial dengan membersihkan sampah di pasar, itu tekanannya jauh lebih berat dibandingkan dengan hanya dihukum sekian tahun, apalagi kalau dia pejabat-pejabat," ucap Agus.

Baca juga: Pimpinan Komisi II Sepakat Parpol Dilarang Rekrut Caleg Mantan Napi Korupsi

Karena itu, pihaknya akan memperkenalkan sanksi sosial tersebut ke Undang-Undang Tipikor.

"Kerja sosial itu perlu diperkenalkan dalam UU kita," katanya.

"Belum ada undang-undangnya, ya, nanti bisa kami usulkan di UU Tipikor," imbuhnya.

Menurut Agus, sanksi ini harus ditekankan. Jika tidak, pelanggaran akan semakin bertambah dan menular.

Ia mencontohkan, ada seseorang yang melawan arus, tetapi tidak ditindak pihak kepolisian. Apabila dibiarkan, pelanggaran itu setiap harinya akan bertambah.

"Mereka ini (melakukan pelanggaran) karena tidak ditindak, sanksi itu harus dijalankan," katanya.

Agus kembali menegaskan bahwa sanksi itu harus diberikan dan dijalankan agar peraturan yang ada bisa ditaati dan dijalankan.

Baca juga: KPK Diminta Tingkatkan Pengawasan Potensi Korupsi di Sektor Sumber Daya Alam

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Regional
Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Regional
Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Regional
Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Regional
Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Regional
Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Regional
Ini Alasan Kekasih Bunuh Wanita yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Ini Alasan Kekasih Bunuh Wanita yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Regional
Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Regional
Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Regional
Perut Penyu yang Mati di Bengkulu Dibedah

Perut Penyu yang Mati di Bengkulu Dibedah

Regional
22 Anggota DPRD dan Wakil Bupati Muara Enim Diduga Ikut Terima Suap

22 Anggota DPRD dan Wakil Bupati Muara Enim Diduga Ikut Terima Suap

Regional
Terpidana Bom Bali Umar Patek Diusulkan Dapat Pembebasan Bersyarat

Terpidana Bom Bali Umar Patek Diusulkan Dapat Pembebasan Bersyarat

Regional
Sobek Spanduk PMII, Dosen Filsafat IAIN Madura Akan Dipecat dari Senat

Sobek Spanduk PMII, Dosen Filsafat IAIN Madura Akan Dipecat dari Senat

Regional
Setelah 5 Penyu, Kini Ratusan Ikan Mati di Dekat PLTU Bangkulu

Setelah 5 Penyu, Kini Ratusan Ikan Mati di Dekat PLTU Bangkulu

Regional
Ledakan di Kejari Parepare Dipastikan dari Detonator yang Dikubur

Ledakan di Kejari Parepare Dipastikan dari Detonator yang Dikubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X