Pendaki Asal Selandia Baru Belum Ditemukan, Semua Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup

Kompas.com - 05/04/2018, 12:28 WIB
Seorang survivor asal New Zealand, Andrey Voytech, dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Merbabu. Andrey diketahui hilang kontak sejak Jumat (30/3/2018) pukul 16.00 WIB, tetapi peristiwa ini baru dilaporkan oleh teman korban, Sabtu (31/3/2018) sore. Kompas.com/Syahrul MunirSeorang survivor asal New Zealand, Andrey Voytech, dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Merbabu. Andrey diketahui hilang kontak sejak Jumat (30/3/2018) pukul 16.00 WIB, tetapi peristiwa ini baru dilaporkan oleh teman korban, Sabtu (31/3/2018) sore.


SALATIGA, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) menutup semua jalur pendakian ke Gunung Merbabu untuk mendukung kelancaran operasi pencarian terhadap pendaki asal Selandia Baru, Andrey Voytech (39).

Kepala BTNGM Edy Sutiyarto mengatakan, jalur pendakian ke Gunung Merbabu tersebut meliputi Cuntel dan Thekelan di Kabupaten Semarang, jalur Wekas dan Suwanting di Kabupaten Magelang, serta jalur Selo di Kabupaten Boyolali.

Penutupan itu berlaku sejak Kamis (5/4/2018) hingga Sabtu (7/4/2018).

"Penutupan ini menyesuaikan SOP dari Basarnas, yakni tujuh hari pencarian. Kalau jalur Cuntel dan Thekelan sebenarnya sudah ditutup sejak hari Senin lalu," kata Edy melalui sambungan telepon, Kamis (5/4/2018) siang.

Baca juga: Sebelum Hilang di Gunung Merbabu, Survivor dari Selandia Baru Sempat Kirim Foto Selfie

Menurut Edy, penutupan ini diharapkan bisa mempermudah penyisiran yang dilakukan gabungan tim relawan yang sudah melakukan pencarian sejak Minggu (1/4/2018).

Sebab, hingga memasuki hari keempat, Rabu kemarin, belum ada titik terang keberadaan Andrey tersebut.

"Penutupan jalur ini mempermudah pemantauan jalur keluar masuk pemdaki. Semua pendaki yang masih ada di gunung juga kami minta segera turun," imbuhnya.

Seperti diberitakan, pria berkewarganegaraan Selandia Baru, Andrey Voytech, diketahui hilang kontak sejak Jumat (30/3/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

Pria yang bekerja di bidang tambang di Afrika Selatan ini sempat mengirimkan foto-foto selfie kepada rekannya, Sistha Amina Ferdiyani (20), hingga Jumat siang.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, Andrey tak bisa dihubungi lagi. Peristiwa ini baru dilaporkan oleh rekan korban pada Sabtu (31/3/2018) sore.

Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Merbabu, Hasilnya Nihil

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Regional
8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

Regional
UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

Regional
Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Regional
Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Regional
Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Regional
Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Regional
Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

Regional
Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Regional
Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Regional
Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Regional
Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Sudah Direncanakan hingga Ditangkap Polisi

Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Sudah Direncanakan hingga Ditangkap Polisi

Regional
Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Regional
Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X