Cari Warga Tarakan yang Diterkam Buaya, Tim SAR Lihat Buaya Berjemur di Pinggir Sungai

Kompas.com - 02/04/2018, 06:38 WIB
Buaya terlihat berjemur di sepanjang aliran Sungai Sebakis selama tm SAR melakukan upaya pencarian terhadap Rahmat, warga Tarakan yang diterkam buaya pada Jumat (30/3). Rahmat diterkam buaya saat  membersihkan badan usai mencari kayu merah. Foto: Dok. dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten NunukanBuaya terlihat berjemur di sepanjang aliran Sungai Sebakis selama tm SAR melakukan upaya pencarian terhadap Rahmat, warga Tarakan yang diterkam buaya pada Jumat (30/3). Rahmat diterkam buaya saat membersihkan badan usai mencari kayu merah.


NUNUKAN, KOMPAS.com – Dalam upaya pencarian Rahmat (27), warga Kota Tarakan yang diterkam buaya di Sungai Sebakis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan sering menemukan buaya berjemur di sepanjang aliran sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan Ari Triyanto mengatakan, pada hari kedua, tim SAR melihat lebih dari tiga kali buaya yang beraktivitas di sekitar lokasi menghilangnya Rahmat.

“Tim diarahkan untuk berhati-hati mengingat lokasi kejadian merupakan habitat buaya muara,” ujar Ari, Minggu (1/4/2018).

Baca juga: Seorang Warga Tarakan Diterkam Buaya Usai Cari Kayu Merah di Perbatasan Nunukan

Hingga Minggu sore, tim SAR yang terdiri dari SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan, SAR Kantor BPBD Nunukan, SAR Lanal Nunukan, SAR FPTI Nunukan, dan keluarga korban belum mengetahui keberadaan korban.

Banyaknya anak sungai di lokasi kejadian juga menghambat upaya pencarian korban.

“Pencarian diperluas ke anak-anak sungai yang jumahnya belasan di sekitar lokasi kejadian,” imbuh Ari.

Untuk diketahui, Rahmat diterkam buaya di perairan Sungai Sebakis, Kabupaten Nunukan, pada Jumat (30/3/2018), saat membersihkan badan seusai mencari kayu merah.

Kelima rekan korban yang sempat mendengar permintaan tolong korban tak bisa berbuat apa-apa karena korban sudah tidak terlihat di pinggir sungai.

Hanya jejak cakaran tangan korban di lumpur sebagai upayanya agar tidak terseret buaya serta sebuah kapak tertinggal di pinggir sungai.

Baca juga: Buaya Muara Sepanjang 2 Meter Ditemukan Anak-anak di Parit

Kompas TV Dibutuhkan hampir 2 jam oleh tim pencinta satwa dan petugas BKSDA Gorontalo untuk mengevakuasi buaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X