Palsukan Putusan MA soal Tanah Warisan, Pria Asal Kupang Dipolisikan

Kompas.com - 24/03/2018, 10:06 WIB
Adapun untuk membuktikan, bahwa Anda benar-benar berhadapan dengan ahli warisnya yang sah, maka Anda perlu memeriksa Surat Keteraangan Ahli Waris. Surat tersebut menerangkan siapa saja ahli waris dari orang yang meninggal. shutterstock.comAdapun untuk membuktikan, bahwa Anda benar-benar berhadapan dengan ahli warisnya yang sah, maka Anda perlu memeriksa Surat Keteraangan Ahli Waris. Surat tersebut menerangkan siapa saja ahli waris dari orang yang meninggal.

KUPANG, KOMPAS.com - Pieter Konay alias Pieter Johannis, warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan ke Polda NTT karena memalsukan surat putusan dari Mahkamah Agung (MA) tentang tanah warisan milik almarhum Esau Konay.

Laporan itu dilakukan oleh Marthen Soleman Konay selaku ahli waris dan anak kandung dari almarhum Esau Konay, Jumat (23/3/2018).

Marthen mendatangi langsung SPKT Polda NTT dan membuat laporan dengan nomor LP/B/122/III/2018/SPKT. Laporan Marthen, diterima oleh Brigpol Aldo Thao dan AKP Marthinus Ardjon.

Usai membuat laporan, Marthen kepada Kompas.com mengatakan, dirinya melapor ke polisi karena putusan Nomor 3171 oleh MA yang memenangkan Esau Konay dipalsukan oleh Pieter sehingga seolah-olah dimenangkan Bertolomeus Konay (Ayah Pieter Konay).

(Baca juga: Rebutan Tanah Warisan, Paman dan Keponakan Terlibat Duel)

Menurut Marthen, saat sidang kasus sengketa tanah warisan itu, Pengadilan Negeri Kupang dan Pengadilan Tinggi memenangkan Bertolomeus Konay cs. Namun saat kasasi, justru MA membatalkan putusan PN Kupang dan PT Kupang itu.

"Menyangkut putusan MA Nomor 3171 / K/ Pdt/ 1990 tanggal 30 Mei 1996 yang diduga palsu dan digunakan oleh Pieter Konay, pada setiap lembaran hanya terdapat satu cap MA," ungkap Marthen.

"Sedangkan putusan MA dengan nomor register yang sama dan yang diserahkan oleh Pengadilan Negeri Kupang kepada Esau Konay sebagai pemenang pada perkara perdata, putusan tersebut pada setiap lembaran terdapat dua buah cap yakni MA dan Pengadilan Negeri," sambungnya.

Marthen menjelaskan, cap MA yang diduga palsu terlihat lebih besar dan terdapat pendobelan cap pada tiap lembaran yang sama. Terlihat juga ada bayang-bayang yang mungkin saja ingin diperjelas oleh si pemegang putusan agar lebih meyakinkan korban yang seandainya tertipu dengan menggunakan putusan palsu tersebut.

(Baca juga: Lama Tak Dikunjungi, Tanah Warisan Diserobot dan Dijual Orang)

Marthen mengatakan, tanah warisan orang tuanya yang diperebutkan itu luasnya sekitar 250 hektar, yang tersebar di tiga kelurahan yakni Kelurahan Liliba, Oesapa dan Lasiana di Kota Kupang.

"Kita berharap, kalau Pieter menggunakan marga Konay ini boleh saja. Tapi jangan merugikan kita, karena tanah kita sudah dijualnya ke mana mana. Akibatnya kita mengalami kerugian miliaran rupiah," ucapnya.

Terkait laporan itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Yudi Sinlaeloe mengatakan akan menindaklanjuti kasus itu.

"Laporannya belum masuk ke kita, karena baru dilaporkan tadi. Yang pastinya akan langsung diproses kasusnya," ucapnya singkat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekeluarga Pengemis Tertabrak Mobil Saat Duduk di Pinggir Jalan, Satu Meninggal

Sekeluarga Pengemis Tertabrak Mobil Saat Duduk di Pinggir Jalan, Satu Meninggal

Regional
Ini Nomor Urut Pasangan Calon di Pilkada Serentak Jabar 2020

Ini Nomor Urut Pasangan Calon di Pilkada Serentak Jabar 2020

Regional
Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Regional
7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

Regional
Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X