Kompas.com - 23/02/2018, 09:16 WIB
Ilustrasi sabu dan alat isapnya. Kompas.com/M Agus Fauzul HakimIlustrasi sabu dan alat isapnya.

KEDIRI, KOMPAS.com - Petualangan dua pengedar obat terlarang jenis sabu lintas pulau ini akhirnya berakhir di tangan polisi Kediri, Jawa Timur. Padahal, sebelumnya mereka sempat lolos dari pemeriksaan bandara hingga dua kali.

Dua tersangka pengedar itu adalah Erwin (40), warga Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau; dan Diki Wahyudi (21), warga Desa Makarti, Tulang Bawang, Lampung.

Keduanya dibekuk tim Reserse Narkoba Polres Kediri di terminal bus yang ada di Badas, Kabupaten Kediri, Minggu (18/2/2018). Dari keduanya, diamankan barang bukti sabu masing-masing seberat 117 gram dan 113 gram dan uang tunai Rp 8 juta.

Dari keterangan polisi, kedua tersangka berangkat dari Batam dengan menggunakan pesawat dari Bandara Hang Nadim dengan tujuan Bandara Juanda, Surabaya, selanjutnya ke Kediri untuk bertransaksi narkoba.

"Dari Surabaya ke Kediri naik bus," ujar Kasat Narkoba Polres Kediri Ajun Komisaris Eko Prasetio Sanosin, Kamis (22/2/2018).

Baca juga: Simpan 538 Gram Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Penumpang Pesawat Ditangkap

Keduanya lolos dari pemeriksaan sinar-x bandara diduga karena muslihat menyembunyikan bungkusan sabu pada celana dalam rangkap dua yang dipakai. Namun, ulahnya itu terungkap polisi di Kediri yang telah mengantongi informasi soal transaksi itu.

Menurut polisi, sabu itu akan dijual kepada seorang pembeli di Kediri dengan harga Rp 60 juta per 100 gram. Harga itu cukup murah karena, menurut data polisi, harga sabu di Kediri mencapai Rp 120 juta per 100 gram.

Keduanya kini masih mendekam di tahanan Polres Kediri guna penyidikan lebih lanjut. Mereka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub-Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara," tutur Eko.

Baca juga: Cerita Petugas Bea Cukai Ungkap Penyelundupan Sabu dalam Pembalut

Kompas TV Petugas Bea Cukai Batam menangkap kapal asal Taiwan pengangkut narkoba jenis sabu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.