Kompas.com - 22/02/2018, 06:36 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - M Nadsier, seorang pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita penyakit komplikasi, tiba-tiba disuruh pulang ke rumah oleh tim medis tanpa ada kejelasan.

Nadsier dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh sejak tiga minggu lalu dan disuruh pulang dalam kondisi tak sadarkan diri. Keluarga Nadsier pun merasa keberatan dan menolak untuk membawanya pulang. Mereka menunggu hingga kondisinya membaik.

"Tadi kata dokter, suami saya setelah cuci darah besok disuruh bawa pulang ke rumah, padahal kondisinya dalam keadaan koma,” kata Nilawati, istri pasien dari Kabupaten Pidie, Rabu (22/2/2018) malam.

Menurut Nilawati, suaminya dirujuk ke RSUZA Banda Aceh tiga minggu lalu dengan menggunakan layanan Askes untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Namun, mereka malah kecewa terhadap pelayanan tim medis karena mengeluarkan pasien secara sepihak tanpa ada kejelasan walau dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Saya menggunakan Askes kelas 4, karena PNS. Tapi malah disuruh bawa pulang dalam kondisi koma, sampai di rumah apa yang harus kami lakukan,” ujar Nilawati.

Baca juga: Dilecehkan Sesama Pasien RS, Wanita Ini Dapat Kompensasi Rp 2,7 Miliar

Sementara itu, Anton, staf humas RSUZA Banda Aceh, saat dikonfirmasi mengaku, hingga malam ini pasien masih mendapat perawatan, tetapi terkait pemaksaan keluar pasien paksa oleh tim medis akan dikonfirmasi kembali esok hari setelah mendengar keterangan dari tim medis.

“Karena malam ini jam kerjanya sudah habis, maka besok akan kami konfirmasi kepada media terkait pemaksaan keluar pasien, karena kami harus mendengar keterangan dari dokter yang menangani pasien seperti apa,” jelasnya.

Pantauan Kompas.com, kabar pemaksaan pihak rumah sakit terhadap pasien yang harus keluar dalam kondisi koma tersebar dengan cepat ke media sosial membuat petugas medis dan satpam RSUZA langsung panik dan sempat mengancam keluarga pasien, bahkan wartawan dilarang untuk meliput pasien.

Baca juga: Viral Video soal Biaya ICU Rp 15 Juta, Keluarga Pasien Dilaporkan ke Polisi

Kompas TV Kasus buruknya pelayanan di rumah sakit di Surabaya kembali viral di media sosial.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Jabar Tawarkan 20 Proyek Investasi Senilai Rp 25,66 Triliun di WJIS 2022

Pemprov Jabar Tawarkan 20 Proyek Investasi Senilai Rp 25,66 Triliun di WJIS 2022

Regional
Ridwan Kamil Ajak Pelaku Seni dan UMKM Jabar Tingkatkan Inovasi

Ridwan Kamil Ajak Pelaku Seni dan UMKM Jabar Tingkatkan Inovasi

Regional
Diskominfo Riau Dorong Setiap Desa Memiliki Komunitas Informasi Masyarakat Berbasis Digital

Diskominfo Riau Dorong Setiap Desa Memiliki Komunitas Informasi Masyarakat Berbasis Digital

Regional
Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Regional
36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Regional
Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Regional
Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Regional
Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Regional
Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Regional
Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Regional
Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Regional
Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.