Menteri Susi Sebut Pemilik Kapal di Rembang Setuju Ganti Alat Tangkap - Kompas.com

Menteri Susi Sebut Pemilik Kapal di Rembang Setuju Ganti Alat Tangkap

Kompas.com - 13/02/2018, 17:05 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berolahraga paddle board di sela kunjungannya ke Natuna, Minggu (28/1/2018)KOMPAS.com/ YOGA HASTYADI WIDIARTANTO Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berolahraga paddle board di sela kunjungannya ke Natuna, Minggu (28/1/2018)

REMBANG, KOMPAS.com - Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, para pemilik kapal di atas 30 GT di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sepakat mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan Susi seusai melakukan kunjungan kerja untuk pendataan, verifikasi kapal, dan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasik Agung Rembang, Selasa (13/2/2018).

"Kita sudah lakukan 3 hari verifikasi dan validasi kapal-kapal cantrang, para pemilik kapal datang dan mereka mengerti bahwa alat (cantrang) itu tidak terus dipakai," kata Susi.

Menteri nyentrik asal Pangandaran ini menjelaskan, larangan penggunaan cantrang penting untuk menjaga keberlangsungan penangkapan ikan.

"Kalau sayang sama anak cucu dan usaha sendiri supaya ikan terus banyak," kata dia.

(Baca juga : Menteri Susi Ajak Cucu ke Istana Presiden )

Penggunaan alat cantrang, sambung dia, akan membuat ikan kecil tertangkap. Para awak buah kapal kemudian melakukan sortir atas hasil tangkapan ikan yang ukuran besar dan kecil. Nahas, ikan ukuran kecil yang ikut terkena jaring cantrang pasti dibuang di tengah laut.

Susi menyebut, satu kapal pengguna cantrang bisa membuang ikan ukuran kecil dari 200 kg sampai 1 ton tiap harinya. Jika ada 200 kapal di Rembang membuang ikan kecil, maka ada 4 ton ikan yang dibuang percuma.

"Saya ngobrol, sayang setiap kali nangkap kapal ukuran 70-100 GT yang dibuang minimal 5 kg sampai 1 ton ikan dibuang. Rembang ada 200 kapal dan 200 kg itu buang sudah 4 ton tiap hari ikan rucah dibuang, karena yang diambil bernilai, yang tidak bernilai dibuang di tengah laut," paparnya.

Oleh karenanya, Susi ingin agar itu bisa menjadi penggantian alat tangkap kesepahaman bersama kepada para nelayan dan atau pemilik kapal.

(Baca juga : Tak Bisa Paddling di Jakarta, Menteri Susi Omeli Ahok dan Anies... )

"Serem, kan. Kalau ikan jadi besar itu jadi duit kan. Itu yang dipikir supaya nelayan kecil bisa lebih bagus lagi," tambahnya. 

Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler versi KompasTV hari ini.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X