Teriak Histeris Ibu Kandung Suliono Saat Rumahnya Digeledah Polisi

Kompas.com - 11/02/2018, 23:16 WIB
Ibu kandung Suliono yang histeris dan membanting tubuhnya dil antai saat polisi memeriksa kamar pribadi  anaknya, Minggu (11/2/2018) malam. KOMPAS.com/Ira RachmawatiIbu kandung Suliono yang histeris dan membanting tubuhnya dil antai saat polisi memeriksa kamar pribadi anaknya, Minggu (11/2/2018) malam.


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Edi Susiyah (54), ibu kandung Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, mengaku histeris saat pihak polisi memeriksa kamar anaknya, Minggu (11/2/2018) malam.

Bahkan, ibu empat anak tersebut membanting badannya ke lantai rumahnya dan berteriak, serta mengusir petugas kepolisian dan warga sekitar yang berdatangan ke kediamannya, di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

"Ojo dibongkar-bongkar. Ra ono klambi anakku nang kene. Anakku ditangkap polisi, saiki nang rumah sakit. Metuo... metuo kabeh. Preman-preman kabeh iki. Aku iki wong bodoh, ojo diganggu (Jangan dibongkar. Tidak ada baju anakku di sini. Anakku ditangkap polisi, sekarang di rumah sakit. Preman-preman semua. Aku ini orang bodoh. Jangan diganggu)," teriak Edi Susiyah.

Sebelum memeriksa kamar pribadi Suliono, pihak kepolisian sempat memeriksa keluarga Suliono di rumahnya, termasuk Solikin, adik kandung Suliono yang saat ini masih kuliah di Banyuwangi.

Baca juga: Polisi Temukan Kalender Padepokan Topo Lelono di Rumah Keluarga Suliono

 

Menurut Solikin, dia jarang berkomunikasi dengan kakak kandungnya karena selain kakaknya jarang pulang, dia sendiri mondok di Pondok Pesantren Ibnu Sina.

"Kami tidak pernah diskusi paham apa pun. Jika bertemu, paling ya cuma ngajak shalat berjemaah di mushala. Jarang berkomunikasi," kata Solikin di hadapan petugas kepolisian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Shodiq Effendi kepada Kompas.com mengatakan sengaja memeriksa keluarga pelaku di rumahnya dan tidak membawa ke kantor polisi atas pertimbangan kondisi orangtua pelaku yang sudah tua dan permintaan dari tokoh masyarakat sekitar.

"Tidak ada barang pribadi milik pelaku yang kami amankan. Hanya kalender milik pelaku yang sudah dibawa pagi tadi," jelas AKP Shodiq.

Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di sekitar rumah pelaku untuk menjaga lingkungan agar tetap kondusif dan aman.

Baca juga: Rumahnya Didatangi Wartawan, Keluarga Penyerang Gereja Santa Lidwina Minta Jangan Diganggu

"Memang dari pengakuan keluarganya dan tetangganya, pelaku ini orangnya tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga sekitar. Pelaku terakhir kali pulang ke rumah tahun 2017 lalu," ujar Shodiq.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria melakukan penyerangan dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018) pagi.

Akibatnya, tiga orang umat, satu orang romo, dan satu anggota polisi mengalami luka akibat sabetan pedang.

Baca juga: Diminta Pulang untuk Nikah, Suliono Bilang Akan Nikah dengan Bidadari

Kompas TV Simak dialognya dalam Kompas Petang berikut ini!

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X