Cemari Sungai Citarum, 4 Perusahaan Tekstil di Jabar Ditutup Sementara

Kompas.com - 01/02/2018, 14:55 WIB
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto tengah memperlihatkan barang bukti keempat perusahaan di Jawa Barat yang terindikasi membuang limbah ke Sungai Citarum, Kamis (1/2/2018) di Mapolda Jabar, Kota Bandung. KOMPAS.com/AGIE PERMADIKapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto tengah memperlihatkan barang bukti keempat perusahaan di Jawa Barat yang terindikasi membuang limbah ke Sungai Citarum, Kamis (1/2/2018) di Mapolda Jabar, Kota Bandung.
|
EditorErwin Hutapea

BANDUNG, KOMPAS.com - Polda Jabar menutup sementara empat perusahaan tekstil di Jawa Barat yang diduga mencemari Sungai Citarum dan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Keempat perusahaan itu adalah PT Gede Indah, yang berlokasi di Leuwigajah, Kota Cimahi; PT Sinar Sukses Mandiri yang berlokasi di Kampung Conggeang, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta; PT Idola Selaras Abadi, Majalaya, Kabupaten Bandung; dan PT Surya Tekstil di Desa Cimahi, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

"Modus sama ada yang membuang langsung ke Citaru. Ada yang seolah menggunakan IPAL, tapi ada cairan, dan langsung dibuang ke anak Citarum," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (1/2/2018).

Dia menjelaskan, Direskrimsus Polda Jabar yang langsung terjun melakukan penelusuran dan menemukan bahwa keempat perusahaan ini terindikasi membuang limbah ke parit yang menuju ke anak Citarum dan langsung bermuara ke Sungai Citarum.

Ada juga perusahaan yang memiliki kolam dan septic tank penampungan seolah IPAL, tetapi pada praktiknya cairan tersebut tanpa penyaringan dan pembersihan air.

"Ada yang kemudian langsung dibuang ke Sungai Citarum. Ada yang seolah sudah menggunakan IPAL, tapi praktiknya dibuang juga ke Sungai Citarum," jelas Agung.

Baca juga: PT South Pacific Viscose Bantah Cemari Sungai Citarum

Meski keempat perusahaan itu telah ditutup sementara, tetapi para pemiliknya masih berstatus terlapor. Sebab, saat ini Polda Jabar masih menguji di laboratorium mengenai cairan yang dibuang.

"Semua belum kami tetapkan tersangka. Kami konsentrasi hasil labnya dulu, kepada saintifik investigasi," ujarnya.

"Itu data survei yang harus kami tindak lanjuti. Penyidik harus menemukan dua alat bukti dan dikuatkan di hasil lab," ucap Agung.

Menurut dia, cairan yang ada itu terindikasi di atas ambang batas normal.

"Ada indikasi, hasil uji lab, dan bahan digunakan, apakah ada korelasi sampel air dari selokan, untuk yakinkan cairan tersebut adalah limbah," jelasnya.

Adapun hasil laboratorium akan keluar selama dua minggu ke depan.

"Kami ingatkan kembali, silakan bekerja dan berusaha, tapi ada aturannya. Harus punya IPAL yang baik juga, itu untuk lingkungan," kata Agung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Regional
Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Regional
Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Regional
Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Regional
Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Regional
'Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu'

"Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu"

Regional
Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Regional
Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Regional
Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2020

Regional
238 Mahasiswa yang Positif Covid-19 Dikarantina di Asrama, Poltrada Bali: Fasilitasnya Memadai

238 Mahasiswa yang Positif Covid-19 Dikarantina di Asrama, Poltrada Bali: Fasilitasnya Memadai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X