Kompas.com - 31/01/2018, 13:27 WIB
Sunardi sedang meneropong angkasa dengan menggunakan teleskop rakitan yang dibuatnya sendiri. Kompas.com/ Muhammad Syahri RomdhonSunardi sedang meneropong angkasa dengan menggunakan teleskop rakitan yang dibuatnya sendiri.

CIREBON, KOMPAS.com – Momen superblood moon, fenomena alam yang sangat langka, menjadi istimewa bagi sebagian warga.

Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Cirebon Astronomy Club bersiap mengamati keindahan alam. Uniknya, mereka tidak menggunakan teleskop pabrikan, melainkan teleskop hasil rakitan yang sederhana dan terbuat dari barang bekas.

Di rumah sederhana inilah ide kreatif itu muncul. Sunardi, pria 32 tahun warga Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, berhasil menciptakan teleskop handmade atau rakitan. Sebuah alat bantu melihat benda antariksa dengan bahan sederhana dari barang bekas. Bahkan barang hebat ini dibuat melalui proses trial and error yang cukup lama dengan metode otodidak.

Saat Kompas.com menemui Sunardi di rumahnya, Rabu pagi (31/01/2018), dia langsung memperlihatkan teleskop hasil rakitannya sendiri. Barang ini dibuat menggunakan barang bekas antara lain paralon, segitiga, lensa fotokopi bekas, piringan harddisk, dan lainnya. Barang bekas itu juga diolah menggunakan alat-alat sederhana pula, yakni gergaji besi kecil, gunting, amplas, dan lainnya.

Dia mengakui, ada tiga komponen dasar yang sulit dibuat menggunakan alat bekas, yakni okuler, finderscop, dan lensa objective. Ketiga alat ini dibeli ke toko khusus di luar kota.

Baca juga : Saat Gerhana Bulan Total, Bandung Diperkirakan Berawan

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sunardi pun bisa membuatnya menggunakan alat bekas, namun akan memengaruhi kemampuan saat proses pengamatan.

Teleskop rakitan ini memiliki ukuran okuler ukuran 20 mm, finderscop ukuran 4X, lensa objective ukuran 470 mm dengan kemampuan perbesaran 25 kali. Teleskop ini pernah ikut dalam kegiatan pemantauan hilal jelang bulan puasa di Pantai Gebang Cirebon, Goa Sunyaragi Cirebon serta Alun-alun Kota Cirebon bersama sejumlah instansi,” terang Sunardi.

Hasil peneropongan teleskop rakitan yang dibuat Sunardi.Kompas.com/ Muhammad Syahri Romdhon Hasil peneropongan teleskop rakitan yang dibuat Sunardi.

Tak hanya itu, melalui teleskop rakitan itu, Sunardi mampu melihat sekaligus mengabadikan gambar galaksi Andromeda, Nebula Orion, Gugus Bintang M7, Gugus Bintang Bola, Bulan, Matahari dan lainnya. Sejumlah planet pun pernah menjadi bidikannya, yakni Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus.

“Untuk dapat merekam, saya membuat sendiri tempat dudukannya untuk handphone. Kalau posisinya sudah tepat, baru dilakukan perekaman berbentuk foto dan juga video. Hasilnya pun tidak kalah bagus dengan kamera yang sedikit lebih mahal dari alat rakitan ini,” katanya sambil tersenyum.

Sunardi mengungkapkan, kesukaannya pada benda-benda luar angkasa dirasakan sejak sekolah dasar. Dia kerap keluar malam hari dan subuh hari untukmelihat keindahan ciptaan Tuhan. Hobinya terus dipertahankan hingga menginjak SMP dan juga SMA.

“Waktu SMP saya membuat teleskop pakai kacamata bekas. Saat SMA saya buat teleskop paralon pakai lensa kacamata baru. Dan, meski setelah SMA, melanjutkan kerja, saya tetap belajar melalui internet. Akhirnya di tahun 2015, saya bergabung grup Facebook teleskop making. Dari situ, saya memiliki banyak kenalan dan mendirikan Cirebon Astronomy Club,” ungkap Sunardi.

Baca juga : Gerhana Bulan di Makassar Bisa Ditonton via Live Streaming di Youtube BMKG

Sunardi akan terus mengasah kemampuan serta menghasilkan karya cipta. Dia sudah membuat sekitar 7 buah teleskop sederhana yang dikirim ke Sumedang dan sejumlah daerah lainnnya.

Sore ini, pada momen langka superblue blood moon, ia bersama Cirebon Astronomy Club akan menyaksikan fenomena alam itu. Mereka akan mengabadikan hasilnya untuk dijadikan bahan kajian bersama.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X