Sebelum Air Danau Itu Habis, Warga di Gunungkidul Dengar Suara Gemuruh - Kompas.com

Sebelum Air Danau Itu Habis, Warga di Gunungkidul Dengar Suara Gemuruh

Kompas.com - 23/01/2018, 11:47 WIB
Air Luweng Blimbing   wilayah Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta,  Habis Dalam Waktu 2 JamKompas.com/Markus Yuwono Air Luweng Blimbing wilayah Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, Habis Dalam Waktu 2 Jam

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hilangnya air di Luweng Blimbing atau goa vertikal di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, menghebohkan warga di sana.

Sebelumnya, warga sempat mendengar suara gemuruh saat air danau itu surut.

"Suaranya itu seperti gempa bumi, airnya masuk ke dalam lubang di dasar luweng. Lalu airnya terus menyusut sampai habis," kata Rumiyem, warga Dusun Serpeng Wetan saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi, Selasa (23/1/2018).

Warga lainnya, Suharto mengatakan bahwa Luweng (danau) Blimbing setelah hujan deras pada 28 November 2017 lalu dipenuhi air hingga meluap dan menjadi objek wisata. Namun, saat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir dan puncaknya pada hari Minggu (21/1/2018) kemarin, air yang awalnya hampir memenuhi cekungan habis mulai surut sekitar pukul 14.00 WIB, dan habis sekitar pukul 16.00 WIB.

Tak hanya menyedot air, tanah dan pohon di sekitar Luweng Belimbing juga tertarik ke dalam lubang.

"Tanah di sana (menunjuk arah timur) ikut masuk ke lubang, pohonnya mungkin juga ikut masuk ke dalam lubang," ucapnya dalam bahasa Jawa.

Dijelaskannya, sebelum longsor ia dan warga lainnya sempat melihat ada sungai di dasar goa itu.

"Airnya masuk ke sana semua, sepertinya suara gemuruh itu berasal dari air yang masuk ke dalam," ucapnya.

Baca juga : Air di Danau Sedalam 60 Meter di Gunung Kidul Mendadak Habis dalam 2 Jam

Sunar mengatakan, tanah ambles sekitar Luweng Blimbing yang oleh warga sekitar disebut sebagai Luweng Anyar ini tidak diduga sebelumnya. Melebarnya luweng menyebabkan jalan yang biasa dipakai penduduk untuk pergi ke ladang tergerus lebih dari separuh.

Bahkan, jarak dengan luweng lainnya, yakni Luweng Tumbul yang semula sekitar 500 meter, kini berkurang hanya antara 100 hingga 150 meter. Bahkan di Luweng Tumbul juga terjadi longsor akibat diguyur hujan hingga memperpendek jarak antara Luweng Blimbing dan Tumbul.

"Meluasnya tanah sekitar luweng ini diketahui pada Minggu (21/1/2018) malam. Sebelumnya warga mendengar suara gemuruh sekitar luweng," tuturnya.

Baca juga : Terdengar Dentuman, Ternyata Kolam di Gunungkidul Ambles Sedalam 6 Meter

Perlu diketahui, Luweng Blimbing, berdasarkan catatat warga sekitar, sudah dikunjungi ribuan wisatawan sejak akhir November 2017 lalu.

Kompas TV Kami akan ajak anda melihat keindahan danau yang memiliki tiga warna di puncak Gunung Kelimutu Ende Nusa Tenggara Timur.


EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X