Kompas.com - 12/01/2018, 17:50 WIB
|
EditorReni Susanti

MATARAM, KOMPAS.com - Seorang siswi SMA di Mataram, An (16), nyaris menjadi korban kekerasan seksual Li (25). An dan Li berteman sejak 2016 melalui media sosial

"Awalnya kan kenalan di BBM dengan tersangka Li (25), Juli 2016 lalu. Baru 2 minggu perkenalan, An diminta kirim foto yang tak pantas (porno),” ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Bahrudin, Jum’at (12/1/2018).

Syamsudin mengatakan, berbekal 14 foto, Li mulai menjalankan modusnya. Pelaku meminta An menemui dirinya dan melakukan hubungan seksual. Jika korban menolak, belasan foto tanpa busana yang dikirim korban akan disebar di facebook.

Karena ketakutan, korban menghentikan pertemanannya dengan tersangka di BBM. 14 bulan berselang atau 2017 lalu, Li kembali mencari cara agar bisa melacak keberadaan korban. Li menelusuri akun fecebook korban dan mengirim foto-foto An melalui inbox facebooknya.

”Dengan ancaman yang sama, jika tak mau melakukan hubungan seksual dengan tersangka, foto-foto itu akan disebar di facebook. Karena takut korban akhirnya melapor ke orangtuanya, dan kasus itu lasung dilaporkan ke Polda NTB,” kata Syamsudin.

(Baca juga : KPAI Akan Adakan Pertemuan dengan Facebook untuk Bahas Kasus Pedofilia)

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui, tersangka mencoba memperdaya korban lain melalui media sosial. Tersangka mengirimkan foto-foto An pada korban lain dan meminta mereka mengirimkan foto yang sama. 

Tersangka yang merupakan warga Kota Mataram akhirnya ditangkap. Dalam pemeriksaan polisi, tersangka mengaku menyukai anak di bawah umur untuk diperdaya.

“Ini termasuk penyimpangan seksual atau pedofilia yaitu perilaku seksual yang menyukai anak anak di bawah umur, dan ini marak terjadi. Kami berharap para orangtua mengawasi anak-anak mereka dari predator seperti ini,” ujar Syamsudin.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 27 ayat 1 jonto pasal 40 ayat 1 dan pasal 27 ayat 3 jonto pasal 45 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Joko Jumadi, Divisi Advokasi Lembaga Perkindungan Anak (LPA) NTB mengatakan, kasus yang menimpa korban bukan hal baru. Kejadian seperti ini selalu berulang meski banyak yang telah tertangkap dan dipenjarakan.

(Baca juga : Kebanyakan Anak Korban Kekerasan Seksual Berperangai Pendiam )

“Itu artinya penegakan hukum saja tidak cukup. Yang juga harus dilakukan adalah penguatan dan membangun daya tangkal bagi anak-anak kita agar tidak mudah tergoda dan menjadi korban,” tutur Joko.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti juga mengomentari kasus ini. Dia mengingatkan para orangtua, termasuk guru di sekolah untuk mengawasi anak-anak mereka. Karena ancaman kekerasan seksual terhadap anak sangat memprihatinkan.

“Saya berharap orangtua, guru, tidak lengah. Anak-anak harus diawasi dan dibimbing apalagi beragamnya tawaran membahayakan di media sosial,” pungkasnya.

Kompas TV Puluhan anak jadi korban pencabulan dengan tersangka WS alias Babeh.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.