Kompas.com - 02/01/2018, 22:35 WIB
Serakan uang palsu yang diamankan Polsek Blanakan Kabupaten Subang, Selasa (2/1/2018). Kasus uang palsu terungkap setelah mendapatkan laporan dari pemilik toko yang menerima uang palsu dari dua orang tak dikenal yang membeli celana di tokonya. Dok Humas Polda Jabar Serakan uang palsu yang diamankan Polsek Blanakan Kabupaten Subang, Selasa (2/1/2018). Kasus uang palsu terungkap setelah mendapatkan laporan dari pemilik toko yang menerima uang palsu dari dua orang tak dikenal yang membeli celana di tokonya.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Polsek Blanakan mengungkap peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Subang yang dilakukan tiga orang, Selasa (2/1/2018). Ketiga pelaku yakni Ento, Aris, dan Rino. 

Pembongkaran peredaran uang palsu ini berawal dari informasi seorang pemilik toko pakaian "Frediana". Ia menerima uang palsu dari dua orang pria tak dikenal yang berbelanja ke tokonya. Temuan itu kemudian dilaporkan pemilik toko ke Polsek Blanakan.

Berbekal laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Blanakan dan Satreskrim Polres Subang melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil mengamankan dua pelaku yakni Ento dan Aris.

"Dua pelaku ini berbelanja celana di toko celana dengan uang palsu," tutur Kasatreskrim Polres Subang AKP Ilyas, Selasa (2/1/2018).

(Baca juga : Tangkap Pengedar Uang Palsu di Karawang, Polisi Menyamar Jadi Pembeli )

Menurut Ilyas, keduanya mendapatkan uang palsu dari Rino Setiawan. Polisi kemudian memburu dan mendapatkan Rino di kediamannya. Dari pengembangan, didapatkan informasi Rino memeroleh uang palsu dari Nirtam alias Remon.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Rino akhirnya menunjukkan upal yang disembunyikannya. Awalnya Rino berbelit-belit menunjukkan upal itu. Namun akhirnya ia menunjukkan bahwa upal itu disembunyikan di kandang kambing belakang rumahnya.

Di kandang tersebut terdapat uang palsu Rp 50.000-an sebanyak 121 lembar. "Upal itu disimpan di kandang kambing yang berukuran 4x3 meter," ujar Kapolsek Blanakan AKP Sumaryana.

Menurutnya , Rino disuruh Nirtam alias Remon untuk mengedarkan uang palsu tersebut. "Pamannya (Nirtam alias Remon) itu menyuruh Rino mengedarkan uang palsu," ujar Sumaryana.

(Baca juga : Belajar dari Internet, Seorang Pria Buat Uang Palsu di Kosan )

Kini Polisi masih mencari Nirtam alias Remon, yang diduga sebagai pelaku utama uang palsu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan akan mengembangkan kasus uang palsu tersebut.

"Masih kita kembangkan, apakah berkaitan dengan pilkada atau terkait kasus upal di Karawang yang diungkap Mabes Polri beberapa waktu lalu atau tidak, ini masih terus diselidiki," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X