Belajar dari Internet, Seorang Pria Buat Uang Palsu di Kosan - Kompas.com

Belajar dari Internet, Seorang Pria Buat Uang Palsu di Kosan

Kompas.com - 15/11/2017, 11:46 WIB
Ilustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013).Kompas/Siwi Yunita Cahyaningrum Ilustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Fudlaili (26), warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mencetak uang palsu.

Berbekal printer, kertas HVS, dan belajar melalui internet, dia mencetak uang palsu. Namun, sebelum menikmati karya uang palsunya, dia keburu ditangkap polisi. 

“Saya pernah mnnggunakan uang palsu itu, tapi pemilik toko curiga dan tidak mau menerima uang saya. Saya bilang uang itu hasil kembalian dari toko lain,” ujarnya di Polsek Kraksaan, Rabu (15/11/2017).

Fudlaili mencetak uang palsu di rumah kosnya di Kecamatan Kraksaan. Dia mengaku mencetak upal (uang palsu) sejak tiga hari sebelum tertangkap. Melalui internet, dia belajar mencetak uang palsu.

“Harga printernya Rp 275.000. Uang palsu mau saya gunakan untuk belanja sehari-hari,” tambahnya.

(Baca juga : Waspada, Uang Palsu Beredar di 6 Provinsi, Terbesar di Jakarta)

Polisi menangkap Fudlaili di rumah kosnya pada malam hari. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit printer, uang palsu dalam pecahan Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000. Lalu lembaran uang yang belum dipotong, dan sepeda motor. 

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, uang palsu yang dicetak tersangka jauh dari uang asli. Uang cetakan tidak rapi dengan tinta masih belepotan. Uang kertasnya juga kasar dan sangat meragukan.

“Kami masih menyelidiki keterlibatan tersangka dalam kasus lainnya. Dia kami tahan di sel tahanan Polsek Kraksaan, masih diperiksa intensif,” jelasnya. 

Kompas TV Bareskrim Polri mengungkap praktik pemalsuan uang dengan jumlah mencapai Rp 40 miliar.


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X