Ridwan Kamil: Jangan Tanya Saya Lagi, Keputusan Wakil Ada di DPP

Kompas.com - 27/12/2017, 11:33 WIB
Kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat diwawancarai wartawan terkait surat pencabutan dukungan oleh Partai Golkar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (19/12/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat diwawancarai wartawan terkait surat pencabutan dukungan oleh Partai Golkar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (19/12/2017).
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tak turut campur lagi dalam menentukan calon wakilnya di Pilkada Jawa Barat 2018. Dia menyebut, kewenangan memilih sosok wakil kini berada di tangan tiga partai koalisi tingkat pusat.

Keputusan itu, sambung Ridwan, diambil setelah ia melakukan pertemuan dengan para petinggi partai koalisi ( NasDem, PKB, dan PPP) pada 24 Desember 2017 lalu.

"Saya sudah bertemu dengan para ketua (partai koalisi) bersilaturahmi dan kesimpulannya satu, memang urusan wakil diserahkan ke DPP. Jadi wartawan jangan tanya ke saya lagi. Keputusannya ada di DPP, bolanya ada di DPP," ucap Ridwan di Jalan Sukarno, Rabu (27/12/2017).

Emil, begitu ia disapa, menuturkan, saat ini partai pendukung masih melakukan musyawarah untuk menentukan sosok yang tepat mendampinginya di Pilkada Jabar.

(Baca juga : Kirim Isyarat ke Ridwan Kamil, Partai Golkar Dinilai Belum Move On )

"Sedang dimusyawarahkan. (Kandidatnya) masih dari enam nama yang itu dulu jika di dalam koalisi," tuturnya.

Emil mengakui jika proses komunikasi politik di Pilkada Jabar cukup alot. Sebab itu, ia pun terus meningkatkan komunikasi dengan partai pendukung untuk memperkuat skema koalisi.

"Intensitas kita berdiskusi dan berkoalisinya kita kuatkan. Karena per hari ini Jabar ini masih ngambang belum ada satu calon pun yang terkunci. Dibandingkan provinsi lain, di Jabar lebih cair. Karena memang politik kepentingannya sangat besar, sangat tinggi, harus kita maklumi, hitungan-hitungannya harus cermat," jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X