Urai Antrian di, Gerbang Tol Pasteur Uji Cobakan "E-toll Portable"

Kompas.com - 25/12/2017, 19:22 WIB
Petugas GT Toll pasteur tengah melayani pengemudi yang hendak masuk ke GT Tol Pasteur, di Bandung, Senin (25/12/2017) dengan alat pembaca uang elektronik portabel. KOMPAS.com/AGIEPERMADIPetugas GT Toll pasteur tengah melayani pengemudi yang hendak masuk ke GT Tol Pasteur, di Bandung, Senin (25/12/2017) dengan alat pembaca uang elektronik portabel.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BANDUNG, KOMPAS.com - Memasuki liburan Natal, volume kendaraan yang memasuki Gerbang Tol (GT) Pasteur mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari GT pasteur pada Senin (25/11/2017) sekira pukul 12.00 -16.00 wib tercatat volume kendaraan yang masuk ke GT Pasteur sebanyak 5.754 kendaraan.

Adapun puncak kendaraan tercatat dari pukul 14.00 - 15.00 Wib, dengan volume kendaraan mencapai 1.906 kendaraan.

Sementara untuk keluar GT Pasteur atau masuk ke Kota Bandung tercatat jumlah total dari pukul 12.00 wib - 16.00 wib sebanyak 3.958. Adapun puncak kendaraan tercatat pada pukul 14.00 - 15.00 wib dengan jumlah sebanyak 1.768 kendaraan.

Kepala shift GT Pasteur, Jumiyati menjelaskan angka masuk dan keluar GT Pasteur ini akan terus bertambah, kemungkinan puncak masuk dan keluar akan terjadi pada pukul 18.00 wib.

Memasuki liburan panjang saat ini, GT Pasteur merupakan gerbang tol yang terpadat, karena masyarakat banyak yang memilih gerbang tol ini untuk keluar-masuk Bandung.

Untuk mengantisipasi antrean kendaraan, GT Pasteur mengoperasikan "e-Toll portable" atau pembaca uang elektronik portable. Alat ini baru di uji coba sejak kemarin.

"Alat e-Toll Portabel baru diuji coba di sini (GTO Pasteur) dan GTO Cileunyi," katanya, di ruang kerjanya di Bandung, Senin (25/12/2017).

Untuk pengoperasiannya, dua orang petugas tol yang dibekali e-Toll portable ini bersiaga di depan gerbang untuk melakukan penjemputan kendaraan.

Hal ini dinilai lebih efektif untuk mengurai antrian dan mengefisiensi waktu.

Sementara itu berdasarkan data Minggu (24/12/2017) kemarin, yang masuk GT Pasteur mencapai 14.538 kendaraan, sementara yang keluar GT Pasteur mencapai 13.900 kendaraan.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo mengimbau para wisatawan yang masuk atau pun keluar ke Kota Bandung untuk tak selalu menggunakan GT Pasteur. Pasalnya masih ada beberapa GT lainnya yang bisa digunakan seperti GT Pasir Koja, Kopo, Buah Batu, dan M. Toha.

"Sesuaikan saja dengan tujuan supaya tidak terjadi kepadatan di Pasteur," imbaunya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polsek Sungai Pagu Diserang 200 Orang, gara-gara DPO Kasus Judi Tewas Ditembak Polisi

Polsek Sungai Pagu Diserang 200 Orang, gara-gara DPO Kasus Judi Tewas Ditembak Polisi

Regional
Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Regional
Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Regional
Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Regional
6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

Regional
Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Regional
Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Regional
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Regional
Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun,  Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun, Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Regional
Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X