Kompas.com - 19/12/2017, 12:05 WIB
Kompas TV Ridwan Kamil tidak lagi didukung partai Golkar.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menuturkan, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dinilai tidak konsisten dengan kesepakatan awal.

Kesepakatan tersebut adalah untuk maju bersama kader Partai Golkar sebagai calon wakil gubernurnya. Golkar kemudian menunjuk Daniel Muttaqien Syaifullah.

"Ternyata kemudian Pak Ridwan Kamil tidak konsisten dengan keputusan Partai Golkar dan tidak konsisten dengan kesepakatan yang dibangun Partai Golkar dan Pak Ridwan Kamil," ujar Nurdin di sela Rapimnas Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta.

18 Desember 2017

Mendapat kabar tersebut, Ridwan mengatakan pasrah. Ia pun mengaku akan tetap fokus bersama tiga partai pendukung lainnya, yakni Partai NasDem, PPP, dan PKB.

"Saya tidak dalam posisi bisa mengubah-ubah yang namanya surat dukungan ya, karena itu tergantung dinamika di partai masing-masing," ujar Ridwan.

“Saya fokus pada partai yang sudah fix (mendukung) yaitu Nasdem, PKB dan PPP yang kalau dijumlah totalnya juga sudah 21 (kursi), artinya kalaupun iya berita itu, majunya saya ke Pilgub masih memadai,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilema

Analis politik dari POINT Indonesia, Arif Nurul Imam menilai, pencabutan dukungan Golkar tehadap Ridwan Kamil akan mengubah konstelasi politik Pilkada Jabar. Meski demikian, kata Arif, penarikan dukungan Golkar pada Ridwan Kamil sebagai calon gubernur tak mempengaruhi pencalonannnya jika partai pengusung, Nasdem, PPP, dan PKB tetap konsisten.

"Hanya saja, RK (Ridwan Kamil) menghadapi dilema karena posisi cawagub akan menjadi pertarungan kepentingan partai pendukung untuk mengajukan kadernya. Jika tak pandai membangun konsensus politik, maka di level ini juga berbahaya karena bisa saja partai pendukung (PPP dan PKB) akan menarik dukungan jika kadernya tak terakomodasi sebagai cawagub," kata Arif kepada Kompas.com, Selasa (19/12/2107).

Baca juga : PKB Ancam Ceraikan Ridwan Kamil jika Tak Pilih Kadernya Jadi Cawagub

Menurut Arif, potensi PPP menarik dukungan juga ada, jika kadernya tak dipilih sebagai cawagub. Sebab, jika melalui konvensi belum tentu terpilih sebagai cawagub yang berujung kekecewaan.

Dampaknya, kata dia, Ridwak Kamil tak akan memperoleh tiket ke Pilkada Jabar, kecuali ada tambahan dukungan partai lain untuk memenuhi syarat pencalonan.

"Namun di sisi lain pernyataan elite PPP tersebut juga bisa dibaca sekadar membangun bargaining (tawar menawar) PPP agar diakomodasi kadernya," katanya.

Oleh karena itu, untuk mengamankan tiket pencalonan, Arif menyarankan Ridwan Kamil harus membuat konsensus politik dengan partai yang kadernya tak terakomodasi menjadi cawagub.

Koalisi Golkar dan PDI-P

Arif juga menyinggung soal kemungkinan koalisi Golkar dan PDI-P. Dia mengatakan, peluang koalisi besar Golkar-PDIP di Pilkada Jabar sesungguhnya sudah terbaca dari pernyataan para elite PDI-P, khususnya Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto. Apalagi, di tengah pergantian Ketua Umum Golkar Setya Novanto, peluang ini makin besar, karena kemungkinan besar dukungan Golkar akan dialihkan ke kader lain.

"Jika dilihat dari komunikasi politik selama ini, tampaknya PDI-P akan berkoalisi dengan Golkar dalam Pilkada Jabar. Koalisi ini tentu akan menjadi koalisi yang patut diperhitungkan karena memiliki mesin politik yang kuat. Selanjutnya, tinggal menentukan cagub dan cawagubnya dengan melihat prestasi dan tingkat elektabilitasnya," tandas Arif.

Baca juga : Cabut Dukungan untuk Ridwan Kamil, Golkar Kembali Merapat ke PDI-P

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X