Jumlah Korban tewas Akibat Gempa Bumi Bertambah Menjadi Tiga Orang - Kompas.com

Jumlah Korban tewas Akibat Gempa Bumi Bertambah Menjadi Tiga Orang

Kompas.com - 16/12/2017, 17:42 WIB
Titik pusat gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam.USGS.GOV Titik pusat gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Korban akibat Gempa bumi tektonik yang berpusat di Tasikmalaya Jawa Barat bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Sabtu (16/12/2017) kembali merilis satu lagi korban tewas akibat gempa 6,9 SR itu, yakni Fatimah (34) warga  Dusun Jambon Desa Argosari Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta.

Sebelumnya sudah ada dua korban tewas akibat gempa tersebut yakni Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dan Aminah (80),Warga Sugihwaras, Kelurahan Kauman, Kota Pekalongan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, apabila korban Aminah dan Hj Dede Lutfi meninggal akibat tertimpa tembok rumah yang roboh. Sementara itu Fatimah meninggal lantaran panik dan terjatuh saat gempa terjadi.

"Korban Fatimah meninggal dunia saat panik terjadi gempa lari keluar rumah terjatuh, kemudian dibawa ke RS Mitra Sehat lalu meninggal dunia," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/12/2017). Dengan begitu, maka korban meninggal bertambah menjadi tiga orang.

"Hingga Sabtu (16/12/2017) pukul 14.00 Wib, terdapat 3 korban meninggal dunia dan 7 orang luka-luka akibat gempa," katanya.

Sutopo merinci kerusakan akibat gempa tersebut yakni sebanyak 228 rumah rusak berat, 152 rumah rusak sedang, 97 rumah rusak ringan, dan 473 rumah rusak yang belum diklasifikasikan ke dalam rusak berat, sedang dan ringan.

"Selain itu juga terdapat sekolah, rumah sakit, dan kantor pemerintah yang rusak," jelasnya.

Menurutnya, kerusakan bangunan yang paling banyak terdapat di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran yang memang paling dekat dengan pusat gempa.

Tercatat di Kabupaten Tasikmalaya terdapat 72 rumah rusak berat, 37 rumah rusak sedang, dan 109 rumah rusak.

Sementara itu di Kabupaten Ciamis terdapat 50 rumah rusak berat, 83 rumah rusak sedang, 55 rumah rusak ringan dan 188 rumah rusak. Sedangkan di Kabupaten Pangandaran terdapat 33 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang, 38 rumah rusak ringan dan 91 rumah rusak.

"Daerah lain yang terdampak gempa merusak adalah di Kota Banjar, Kabupaten Garut, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kota Pekalongan dan Sleman. Pendataan masih terus dilakukan dan diperkirakan jumlah kerusakan akan bertambah," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya terus menyalurkan bantuan kepada korban. Saat ini, sejumlah warga didaerah terdampak yang rumahnya rusak mengungsi di tenda, rumah kerabatnya, balai desa atau bangunan lainnya.

"Secara umum aktivitas masyarakat telah kembali normal. Petugas gabungan terus melakukan penanganan darurat," katanya.

Sutopo mengaku telah melaporkan perkembangan penanganan dampak gempa kepada Presiden RI. Saat ini Sutopo dan tim reaksi cepat BNPB telah berada di Tasikmalaya untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.

Menurutnya, Hingga saat ini sudah terjadi 19 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil, dan saat ini kekuatan gempa semakin berkurang.

"Memang daerah selatan Jawa Barat merupakan daerah rawan gempa yang berasal dari pertemuan lempeng Hindia Australia dan Eurasia. Gempa dapat terjadi kapan saja," tuturnya.


EditorBambang Priyo Jatmiko


Close Ads X