Cinta Terpendam 8 Tahun yang Berujung Penyekapan dan Pemerkosaan - Kompas.com

Cinta Terpendam 8 Tahun yang Berujung Penyekapan dan Pemerkosaan

Kompas.com - 12/12/2017, 10:14 WIB
Y (38) terlihat mengenakan sebo warna hitam dan baju tahanan, ia mengaku menyesal setelah melakukan perbuatannya yakni menyekap dan menyetubuhi gadis pujaanya dengan paksa di kontrakannya di jalan Cibaduyut. KOMPAS.com/AGIEPERMADI Y (38) terlihat mengenakan sebo warna hitam dan baju tahanan, ia mengaku menyesal setelah melakukan perbuatannya yakni menyekap dan menyetubuhi gadis pujaanya dengan paksa di kontrakannya di jalan Cibaduyut.

BANDUNG, KOMPAS.com — Cinta yang dalam terhadap seorang gadis pujaan sepertinya tak bisa lagi dibendung Y alias Wahyu (38) terhadap MR (16), seorang gadis yang masih duduk di kelas 1 SMA di Bandung.

Sayangnya, kisah cinta Wahyu ini harus bertepuk sebelah tangan. Gadis pujaan yang ditunggunya selama delapan tahun itu kini telah memiliki kekasih.

Cinta dan pengharapan yang berlebih untuk mendapat gadis pujaan pun menjadi upaya balas dendam lantaran sakit hati. Wahyu lantas melakukan tindakan nekat. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu menyekap MR dan menyetubuhinya dengan paksa.

Polisi menangkap Wahyu lantaran memerkosa anak di bawah umur. Wahyu dijerat Pasal 81 jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang  Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menjelaskan, penyekapan dan pemerkosaan terhadap MR berawal pada Rabu, 14 November 2017 sekitar pukul 20.30.

Saat itu, tersangka mengajak korban ke supermarket. Di perjalanan, pelaku berpura-pura sakit perut dan mengajak korban ke kontrakannya di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung.

Baca juga: Pelaku Pencabulan di Bandung Buat Ruang Khusus untuk Sekap dan Setubuhi Korban

Di kontrakannya itu, pelaku sudah mempersiapkan ruangan khusus berukuran 3 meter x 4 meter untuk menyekap korban.

"Ruangan itu sudah dipersiapkan, dibuat satu bulan sebelum aksinya," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Senin (11/12/2017).

Pelaku kemudian menyuruh korban masuk ruangan khusus itu untuk mengambilkan barang. Korban lantas masuk. Saat itulah pelaku langsung membekap, melakban mulut korban, serta mengikat tangan dan kaki korban.

"Tangan dan lutut korban diikat menggunakan tali karate. Korban kemudian dimasukkan dalam karung goni," kata Hendro.

Tidak hanya diikat, korban pun dimasukkan ke karung goni. Saat itulah pelaku kemudian memaksa korban melayani nafsu bejatnya.

"Korban dipaksa bersetubuh. Selama tidak mau tidak akan dibuka. Akhirnya, korban menuruti keinginan pelaku," katanya.

Menurut Hendro, persetubuhan itu dilakukan dua kali pada Kamis, 15 November 2017, dini hari dan pagi harinya.

"Korban disekap satu hari dan disetubuhi dua kali," katanya.

Orangtua yang khawatir lantaran anaknya tak kunjung pulang kemudian melaporkan ke Polsek Bojong Loa Kidul. Sat Reskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana kemudian menggerebek kediaman pelaku di kontrakannya.

"Saat digerebek, ternyata memang benar korban ada di rumah pelaku," katanya.

Sakit hati

Menurut Hendro, motif tindakan pelaku ini lantaran sakit hati dengan korban yang telah memiliki kekasih. Padahal, pelaku telah mengenal korban sejak umur sembilan tahun. Seiring waktu, cinta yang dirasakan pelaku itu muncul karena adanya hubungan baik.

"Tersangka ini memendam cinta selama delapan tahun dan ingin menikahinya, tetapi tersangka sakit hati karena cemburu terhadap korban yang sudah memiliki pacar," kata Hendro.

Berdasarkan olah TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa karung goni, lakban berwarna kuning, tiga sabuk karate, dan tali.

Sementara itu, Wahyu mengaku sudah lama memendam cinta terhadap MR. Bahkan, Wahyu bersumpah menikahi korban.

"Saya sudah bersumpah sama diri saya bahwa hanya dia (korban) di hati saya," kata Wahyu.

Rasa cinta ini telah dipendamnya sejak MR masih berusia 11 tahun. Bahkan, pria yang pernah sukses berjualan burung kenari ini kerap membiayai kebutuhan korban. Dia pun mengaku sudah dekat dengan keluarga korban.

Baca juga: Pelaku Sekap dan Perkosa Pelajar SMA di Bandung karena Sakit Hati

Wahyu juga mengaku, dulu mengutarakan cintanya kepada korban, tetapi ia menilai jawaban korban dirasa mengambang atau belum ada kepastian. Sebab, saat itu, korban menjawab masih ingin bersekolah.

"Kalau dia ngomong-nya suka, mungkin enggak. Tetapi, jawabnya (korban) masih kecil dan masih ingin bersekolah dulu," katanya.

Bagi Wahyu, hanya MR cinta yang ada di hidupnya. Ia bahkan siap menanti apabila MR menikah dan bercerai.

"Saya tidak masalah apabila dia menikah. Saya siap tampung dia kalau kalau rumah tangganya berantakan. Saya tunggu jandanya," ucapnya.

Meski begitu, Wahyu mengaku menyesal telah melakukan perbuatan itu kepada gadis pujaannya. "Saya menyesal sekali," ucap wahyu di balik penutup kepalanya.


Kompas TV Pengadilan Italia menjatuhkan vonis bersalah.

EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X