Gelombang Tinggi, 5 Kapal Putuskan Balik Arah ke Pelabuhan Karimun

Kompas.com - 30/11/2017, 17:18 WIB
Ilustrasi kapal nelayan di Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Makassar, Rabu (23/12/2015). KOMPAS.com/Hendra CiptoIlustrasi kapal nelayan di Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Makassar, Rabu (23/12/2015).
|
EditorReni Susanti

BATAM, KOMPAS.com - Buruknya cuaca di Perairan Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhir-akhir ini, membuat sejumlah pelayaran terganggu.

Seperti yang terjadi di Karimun, Rabu (29/11/2017) sore. Lima kapal yang tengah berlayar ke Kota Batam, memutuskan balik arah ke pelabuhan Domestik Karimun. Mereka tidak berani berlayar karena tingginya gelombang air laut yang mencapai tiga meter lebih. 

"Benar, kemarin ada lima kapal balik arah karena tidak berani melanjutkan pelayaran, mengingat tinggi gelombang cukup ekstrim," kata Renta, Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun, Kamis (30/11/2017).

Renta mengaku, akibat kejadian kemarin, jadwal pelayaran Karimun-Batam hari ini juga dikurangi. Mengingat gelombang di perairan Kepri, khususnya bagian tengah, perairan Takong Hiu dan Selat Durian, mencapai tiga meter lebih pada sore ini.

"Jadwal diperpadat di pagi hari hingga siang hari, sore harinya ditutup. Kecuali situasi mendukung, baru diperbolehkan berlayar. Lagi pula sudah ada peringatannya dari BMKG, tapi kita juga melihat perkembangan untuk tiga hari ke depan ini," jelasnya.

(Baca juga : Cuaca Ekstrim, Wisatawan Pantai Selatan Malang Diminta Waspada )

Kepala Seksi Data dan Informasi Forecaster Hang Nadim BMKG Kepri, Suratman mengatakan, buruknya cuaca di Karimun disebabkan awan Cumulonimbus, yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

"Awan Comulunimbus apabila terjadi di daratan bisa menyebabkan hujan deras secara tiba-tiba, angin kencang, puting beliung, kilat dan petir yang keras. Apabila terjadinya di laut, bisa menyebabkan hujan deras secara tiba-tiba, angin kencang, waterspout (puting beliung di laut), kilat, petir, serta gelombang tinggi," ucapnya.

"Bahkan dalam skala besar, bisa menimbulkan badai atau tornado, makanya di laut lebih berbahaya," tuturnya.

Hal serupa terjadi di perairan Anambas dan Natuna. Arus laut di sana cukup deras, disertai tingginya gelombang yang mencapai dua meter.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X