Wakil PM Tiongkok Jenguk Panda Cai Tao dan Hu Chun di Taman Safari

Kompas.com - 26/11/2017, 18:18 WIB
Sejumlah pengunjung sedang melihat tingkah seekor Giant Panda, di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Sejumlah pengunjung sedang melihat tingkah seekor Giant Panda, di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/11/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Wakil Perdana Menteri Tiongkok Madame Liu Yandong meninjau langsung kondisi sepasang giant panda, Cai Tao dan Hu Chun, yang dititipkan di kebun binatang Taman Safari Indonesia, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/11/2017).

Usai memberikan sambutan, Liu bersama rombongan langsung melangkahkan kakinya menuju Istana Panda, tempat Cai Tao dan Hu Chun tinggal.

Liu tampak tertawa saat melihat tingkah laku satwa endemik negeri Tirai Bambu itu. Sambil memegang kamera, ia langsung membidik panda tersebut.

"Tempat ini luar biasa, beda dengan yang ada di sana (Tiongkok)," kata Liu.

Kehadiran Liu di Taman Safari pun mengundang perhatian pengunjung di sana. Tak sedikit dari mereka ikut mengabadikan gambar kedatangan Liu ke kebun binatang yang juga tempat konservasi satwa.

Dalam kunjungannya tersebut, Liu juga menandatangani prasasti kerja sama konservasi giant panda antara pemerintah Tiongkok - Indonesia. Liu berharap, melalui kerja sama ini dapat membawa hubungan baik antar keduabelah negara.

"Saya sangat senang bisa datang ke sini untuk menghadiri kerja sama konservasi ini. Konservasi antarkedua negara adalah simbol yang sangat penting. Hubungan ini semoga akan terus baik ke depan," ucap Liu.

Baca juga : Tak Kalah Menggemaskan, Ini Saudara Dekat Panda Raksasa di Taman Safari

Liu menjelaskan, pada 2015, pemerintah Indonesia dan Tiongkok sudah mendirikan mekanisme pertukaran kebudayaan melalui penitipan sepasang giant panda tersebut.

Dia meyakini, kehadiran Cai Tao dan Hu Chun dapat menjadi ikon dan dicintai oleh rakyat Indonesia.

"Saya waktu itu dengan Ibu Puan Maharani menyaksikan penandatanganan MoU konservasi panda. Dan setelah persiapan setahun ini, giant panda datang ke Indonesia dengan membawa persahabatan dari rakyat Tiongkok," tuturnya.

Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manansang mengatakan, pihaknya menyambut baik atas kunjungan dan peninjauan resmi dari pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok.

Dia berharap, kepercayaan breeding loan untuk konservasi giant panda yang diberikan oleh pemerintah Tiongkok menjadi awal dari berbagai kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok dalam rangka memajukan ilmu pengetahuan konservasi satwa ke depannya.

Baca juga : Uniknya Rumah Sakit Panda di Taman Safari Indonesia

“Taman Safari Indonesia bangga bisa membuktikan kredibilitas sebagai lembaga konservasi di Indonesia yang ditunjuk oleh pemerintah Tiongkok untuk menjaga kelestarian satwa penting dunia seperti giant panda ini," kata Jansen.

"Berbagai proses dalam memastikan adaptasi sepasang panda dan juga operasional semua fasilitas dari edukasi hingga rekreasi untuk pengunjung telah dilaksanakan dan dengan ini Istana Panda Indonesia telah siap," sambungnya.

Jansen menuturkan, peminjaman sepasang giant panda asal Tiongkok itu berlaku sampai 10 tahun ke depan. Namun, kata Jansen, dari hasil perbincangannya dengan Liu, kemungkinan akan terus berlanjut melihat kondisi panda-panda itu siap untuk dikembangbiakkan.

"Panda ini sudah waktunya kawin. Usianya tujuh tahun, tapi kita masih mau meneliti dulu," ujarnya.

Di Asia, lanjut dia, Taman Safari merupakan tempat yang terbaik untuk pengembangbiakan panda, selain di negara asalnya. Selain itu, bentuk kandang yang dibuat megah menambah nilai lebih.

"Beliau mengatakan tempat ini betul-betul bagus. Semoga dengan adanya panda ini, level kita akan terangkat di level internasional," ujarnya.

Baca juga : Ini Panda Cai Tao dan Hu Chun, Mana yang Paling Menggemaskan?

Cai Tao dan Hu Chun resmi tiba di Indonesia pada akhir September 2017. Kedua satwa ini telah selesai menjalani masa karantina yang sukses di Taman Safari Bogor dan dilanjutkan dengan masa penyesuaian (trial opening) guna memastikan optimalnya adaptasi kedua satwa panda dan juga persiapan operasional.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya


Close Ads X