Salatiga Berpredikat Kota Paling Toleran Se-Indonesia, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih ke Para Guru - Kompas.com

Salatiga Berpredikat Kota Paling Toleran Se-Indonesia, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih ke Para Guru

Kompas.com - 23/11/2017, 20:34 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto melepas peserta jalan sehat dalam rangka HUT ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di lingkungan SMA Negeri 3 Salatiga, Kamis (23/11/2017).Humas Pemkot Salatiga Wali Kota Salatiga Yuliyanto melepas peserta jalan sehat dalam rangka HUT ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di lingkungan SMA Negeri 3 Salatiga, Kamis (23/11/2017).

SALATIGA, KOMPAS.com - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengucapkan terima kasih kepada para guru di Salatiga karena ikut andil membentuk kepribadian anak-anak di Salatiga sehingga menjadi pribadi yang toleran dan egaliter.

Yuliyanto mengungkapkan bahwa kota yang dipimpinnya ini kembali memperoleh predikat sebagai kota paling toleran se-Indonesia berdasarkan penilaian Setara Institute.

Hal itu dikatakan Yuliyanto di hadapan ribuan guru yang ikut dalam kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT ke 72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di lingkungan SMA Negeri 3 Salatiga, Kamis (23/11/2017).

"Perlu kita syukuri kota kita tercinta Salatiga pada tahun 2015 meraih predikat kota paling toleran di Indonesia, dan pada tahun 2017 ini Kota Salatiga berhasil meraihnya kembali. Ini tidak terlepas dari peran bapak ibu guru semua yang telah mengajarkan dan menanamkan toleransi kepada para siswanya," kata Yuliyanto dalam sambutannya.

"Sekali lagi, selaku wali kota saya sampaikan terima kasih kepada para guru. Selamat Hari Guru, Selamat Hari Ulang Tahun PGRI, dan selamat mengikuti jalan sehat pagi ini,” sambung dia.

Lebih dari 1.500 guru setingkat SMA, MA, SMK, SMP, MTs, SD, dan MI, serta para siswa tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Setelah memberikan sambutan, Wali Kota mengibarkan bendera start didampingi ketua PGRI Salatiga Zaenuri.

Ketua Panitia HUT ke 72 PGRI tingkat Kota Salatiga Eko S menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini baru pertama kali digelar. Biasanya peringatan HUT PGRI bergabung dengan peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

"Jalan sehat kali ini diikuti oleh perwakilan guru se-Kota Salatiga dan siswa yang dekat dengan SMAN 3 yang kebetulan jam olahraga,” terang Eko S.

Dalam kegiatan ini, paguyuban guru TK ikut menyiapkan 100 tampah makanan tradisional yang diperuntukkan bagi para peserta jalan sehat. Sedangkan rute yang dilalui mulai dari pinti gerbang SMAN 3 Salatiga, Jalan Kartini, Jalan Muh Yamin, Jalan Langen Suko, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Letjend Sukowati, Lapangan Pancasila, Jalan Adi Sucipto, dan kembali lagi ke Jalan Kartini menuju SMAN 3 Salatiga.

Ketua PGRI Salatiga Zaenuri dalam sambutamnya mengajak para guru untuk menjaga kekompakan dalam mendukung program pembangunan pemerintah, utamanya sektor pendidikan.

"PGRI harus bersatu jangan sampai terpecah belah\ agar guru bisa fokus dalam mengemban amanah,” ajak Zaenuri.

Baca juga: Salatiga Kembali Raih Predikat Kota Paling Toleran di Indonesia

Sebelumnya dikabarkan, Kota Salatiga kembali mendapat skor tertinggi dalam indeks Kota Toleran 2017. Kota dengan masyarakat yang heterogen, tetapi saling menghargai itu mendapat nilai tertinggi bersama empat kota lainnya di Indonesia.

Angka tersebut dikeluarkan Setara Institute dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap 16 November.

Lembaga tersebut melakukan kajian dan indexing terhadap 94 kota di Indonesia dalam hal isu promosi dan praktik toleransi.

Tujuan pengindeksan ini antara lain untuk mempromosikan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan toleransi di wilayahnya. Hal ini diharapkan memicu kota-kota lainnya untuk mengikuti, membangun, dan mengembangkan toleransi di wilayahnya.

Salatiga bersama empat kota lainnya, yaitu Manado, Pematangsiantar, Singkawang, dan Tual, mendapatkan indeks tertinggi, yakni 5.90.

Sementara itu, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan toleransi yang rendah, disusul Banda Aceh, Bogor, Cilegon, Depok, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar, Padang, dan Mataram.

Kompas TV Pemandangan indah dari lembah hingga persawahan tersaji di ruas jalan tol yang mencapai 17, 6 kilometer.


EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X