Kompas.com - 17/11/2017, 19:51 WIB
|
EditorErwin Hutapea

SOLO, KOMPAS.com - Peredaran narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya (narkoba) di Kota Solo, Jawa Tengah, mengalami peningkatan. Sampai November 2017, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Solo mengungkap 146 kasus peredaran narkoba jenis sabu dengan jumlah tersangka 165 orang.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Solo Kompol Edy Sulistyanto mengatakan, sesuai dengan data ungkap kasus peredaran narkoba tersebut, tahun 2017 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 133 kasus dengan jumlah tersangka 159 orang.

"Dari data ungkap kasus peredaran narkoba di Solo meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya," tutur Edy ketika ditemui di Solo, Jumat (17/11/2017).

Para bandar, pengedar, dan pengguna memanfaatkan kecanggihan alat komunikasi berupa telepon seluler (ponsel). Modus baru ini sengaja mereka gunakan supaya tidak mudah diketahui oleh aparat kepolisian pada saat mengedarkan narkoba.

"Mereka menggunakan ponsel untuk mengedarkan narkoba. Antara pemesan dan bandar saling berkomunikasi. Kemudian pesanan itu mereka tujukan di satu tempat, dalam hitungan detik pemesan bisa langsung ambil (sabu) itu," kata dia.

Modus ini, menurut Edy, memang sulit untuk dideteksi sehingga mereka memilih memanfaatkan alat komunikasi ini untuk mengedarkan narkoba.

"Misalnya ada tiang listrik. Mereka gunakan untuk tempat menaruh sabu. Kemudian pemesan diminta untuk mengambilnya di situ," imbuh dia.

Baca juga: Terungkap, Modus Baru Transaksi Narkoba lewat Instagram

Namun, Edy mengungkapkan, jaringan pengedar narkoba ini terputus. Antara pengedar dan pemesan tidak saling kenal sehingga membuat polisi kesulitan untuk mengungkap kasus yang lebih besar.

"Tapi kita tetap berusaha untuk terus mengungkap dan menyelidiki kasus peredaran narkoba dengan melibatkan semua pihak. Kami akan mengikuti perkembangan mereka. Karena kalau tidak, kami akan ketinggalan," tutur dia.

Edy menyebutkan, dari pengungkapan kasus peredaran narkoba di lima kecamatan yang ada di Solo, yang paling menonjol adalah di Kecamatan Banjarsari, yakni ada 46 kasus. Disusul di Kecamatan Jebres 30 kasus, Kecamatan Laweyan 21 kasus, Kecamatan Serengan 18 kasus, dan Kecamatan Pasar Kliwon 10 kasus.

Kompas TV Polisi menangkap Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang setelah buron selama 8 hari karena kasus narkoba.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.