NEWS
Salin Artikel

Polisi Ungkap Modus Baru Peredaran Narkoba di Solo

SOLO, KOMPAS.com - Peredaran narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya (narkoba) di Kota Solo, Jawa Tengah, mengalami peningkatan. Sampai November 2017, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Solo mengungkap 146 kasus peredaran narkoba jenis sabu dengan jumlah tersangka 165 orang.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Solo Kompol Edy Sulistyanto mengatakan, sesuai dengan data ungkap kasus peredaran narkoba tersebut, tahun 2017 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 133 kasus dengan jumlah tersangka 159 orang.

"Dari data ungkap kasus peredaran narkoba di Solo meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya," tutur Edy ketika ditemui di Solo, Jumat (17/11/2017).

Para bandar, pengedar, dan pengguna memanfaatkan kecanggihan alat komunikasi berupa telepon seluler (ponsel). Modus baru ini sengaja mereka gunakan supaya tidak mudah diketahui oleh aparat kepolisian pada saat mengedarkan narkoba.

"Mereka menggunakan ponsel untuk mengedarkan narkoba. Antara pemesan dan bandar saling berkomunikasi. Kemudian pesanan itu mereka tujukan di satu tempat, dalam hitungan detik pemesan bisa langsung ambil (sabu) itu," kata dia.

Modus ini, menurut Edy, memang sulit untuk dideteksi sehingga mereka memilih memanfaatkan alat komunikasi ini untuk mengedarkan narkoba.

"Misalnya ada tiang listrik. Mereka gunakan untuk tempat menaruh sabu. Kemudian pemesan diminta untuk mengambilnya di situ," imbuh dia.

Namun, Edy mengungkapkan, jaringan pengedar narkoba ini terputus. Antara pengedar dan pemesan tidak saling kenal sehingga membuat polisi kesulitan untuk mengungkap kasus yang lebih besar.

"Tapi kita tetap berusaha untuk terus mengungkap dan menyelidiki kasus peredaran narkoba dengan melibatkan semua pihak. Kami akan mengikuti perkembangan mereka. Karena kalau tidak, kami akan ketinggalan," tutur dia.

Edy menyebutkan, dari pengungkapan kasus peredaran narkoba di lima kecamatan yang ada di Solo, yang paling menonjol adalah di Kecamatan Banjarsari, yakni ada 46 kasus. Disusul di Kecamatan Jebres 30 kasus, Kecamatan Laweyan 21 kasus, Kecamatan Serengan 18 kasus, dan Kecamatan Pasar Kliwon 10 kasus.

https://regional.kompas.com/read/2017/11/17/19511091/polisi-ungkap-modus-baru-peredaran-narkoba-di-solo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.