Protes Ojek "Online", Sopir Angkutan Konvensional di Solo Bakar Dupa

Kompas.com - 16/11/2017, 17:36 WIB
Para pengemudi angkutan konvensional di Solo melakukan tabur bunga di depan Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/11/2017). KOMPAS.com/Labib ZamaniPara pengemudi angkutan konvensional di Solo melakukan tabur bunga di depan Gedung DPRD Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/11/2017).
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Para pengemudi angkutan umum konvensional mengeluhkan pendapatan mereka menurun setelah menjamurnya angkutan daring atau online di Solo, Jawa Tengah.

Sebelum ada angkutan daring, para pengemudi angkutan konvensional yang tergabung dalam Perkumpulan Angkuta Solo Roda Sejati tersebut mengaku sehari bisa memperoleh pendapatan antara Rp 80.000 hingga Rp 100.000.

"Tetapi sekarang untuk memperoleh pendapatan segitu kesulitan. Paling-paling hanya Rp 20.000 sampai Rp 25.000," tutur Ketua Roda Sejati, Suparjo kepada wartawan di depan gedung DPRD Solo, Kamis (16/11/2017).

Menurut dia, penurunan pendapatan itu mencapai 60 hingga 70 persen. Untuk itu, Suparjo, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengambil langkah tegas terkait dengan keberadaan angkutan daring tersebut.

Apabila tuntutannya tersebut tidak direspons oleh pemerintah, mereka akan kembali melakukan aksi yang lebih besar.

Baca juga : Pendaftar Angkutan Online di Jatim Membeludak dan Melebihi Kuota

Sebelumanya, ungkap dia, Pemkot Solo pernah mengeluarkan kebijakan terhadap Go-Jek yang hanya melayani Go-Food. Namun kenyataannya masih dijumpai Go-Jek masih menarik penumpang.

Ketua Pengawas Koperasi Roda Sejati, Nusa Aksara Daryono, menyatakan, mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, keberadaan angkutan daring jelas tidak diperbolehkan. Namun, mereka masih melenggang bebas menarik penumpang.

"Kalau (angkutan daring) dibiarkan akan mengancam keberadaan angkutan konvensional," tuturnya.

Sementara dalam aksinya tersebut, para pengemudi angkutan konvensional menyalakan dupa dan tabur bunga. Mereka sengaja melakukan itu sebagai bentuk keprihatinan karena angkutan daring semakin meningkat.

Baca juga : Gugat Aturan Menhub, Sopir Angkutan Online Surabaya Patungan

Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno mengatakan, aksi para pengemudi angkutan konvensional merupakan sebuah aspirasi. "Nanti kita sampaikan kepada pimpinan," terangnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Lembaga Munzalan Pontianak Bermula dari Anggota Pulang dari Aceh

Klaster Lembaga Munzalan Pontianak Bermula dari Anggota Pulang dari Aceh

Regional
Kantor Pemerintahan Provinsi Banten Akan Dijadikan Tempat Isolasi

Kantor Pemerintahan Provinsi Banten Akan Dijadikan Tempat Isolasi

Regional
Sidang 16 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga Makassar Ditunda

Sidang 16 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga Makassar Ditunda

Regional
36 Santri di Lamongan Positif Covid-19, Ponpes Ditutup

36 Santri di Lamongan Positif Covid-19, Ponpes Ditutup

Regional
Dalam 18 Hari, 25 Pasien Covid-19 di Papua Meninggal, Ini Penjelasannya

Dalam 18 Hari, 25 Pasien Covid-19 di Papua Meninggal, Ini Penjelasannya

Regional
Viral, Video Bendera Merah Putih dan Sikat WC, Dibakar hingga Dimasak

Viral, Video Bendera Merah Putih dan Sikat WC, Dibakar hingga Dimasak

Regional
Caleg Gagal Cabuli Korban Prostitusi Saat Dititipkan di Rumah Aman

Caleg Gagal Cabuli Korban Prostitusi Saat Dititipkan di Rumah Aman

Regional
Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Regional
Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Regional
Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Regional
Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

Regional
Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Regional
93 Pasien Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

93 Pasien Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Regional
Sultan HB X soal Konser Musik Diizinkan untuk Kampanye: Terserah KPU Saja

Sultan HB X soal Konser Musik Diizinkan untuk Kampanye: Terserah KPU Saja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X