Menag Sebut Santunan Raja Arab untuk Korban "Crane" Segera Cair

Kompas.com - 02/11/2017, 22:10 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Jumat (18/8/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Jumat (18/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

MAGELANG, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin mengatakan,korban jatuhnya crane di Mekkah tidak lama lagi akan menerima santunan.

"Bapak Duta Besar kita yang ada di Saudi Arabia, di Riyadh, itu telah menyatakan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama (santunan) itu akan segera dicairkan," ujar Lukman, ditemui usai membuka kegiatan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) Tingkat Nasional X, di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (2/10/20170.

Namun Lukman mengaku tidak dapat memastikan kapan pencairan santunan dari Raja Arab Saudi tersebut, termasuk skema pencairannya terhadap korban. Yang pasti sebut dia, semakin cepat pencairan itu maka akan lebih baik untuk para korban peristiwa yang terjadi pada 2015 lalu itu.

"Prinsip kita lebih cepat lebih baik. Untuk detail skema pencairannya kami juga tidak tahu karena sudah menjadi kewenangan Kemenlu," ucapnya.

Baca juga: Menlu: Raja Salman Tetap Beri Ganti Rugi Korban Crane

Sekedar informasi, penyelenggaraan ibadah haji 1436 H/2015 diwarnai dengan tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram, 11 September 2015. Tercatat ratusan jemaah wafat dan mengalami luka akibat musibah ini, termasuk dua diantaranya jemaah haji Indonesia.

Pemerintah Saudi Arabia pun menegaskan akan memberikan santunan kepada para korban, meskipun pengadilan setempat telah memutuskan bahwa perusahaan pemilik crane (Binladen Group) tidak perlu membayar uang ganti rugi (diyyah) kepada para korban karena bukan kesalahan manusia (human error).

Korban meninggal dan korban cacat akan menerima santunan sebesar 1 juta riyal atau sekitar Rp 3,5 miliar. Sedangkan korban luka berat dan luka ringan akan mendapat santunan 500.000 riyal Arab Saudi atau Rp 1,75 miliar.

Kompas TV Peristiwa ini terjadi di kota Zhuhai, Guangdong, Tiongkok, hari Selasa (17/10).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X