Bayi Gajah Mati Terperosok di Lubang Bekas Tunggul Kayu

Kompas.com - 26/10/2017, 18:58 WIB
Bangkai gajah Sumatera, di 2017 ini, sudah tiga hewan dilindungi karena keberadaannya di ambang punah ini yang ditemukan tewas, Kamis (26/10/2017). KOMPAS.com / Mei LeandhaBangkai gajah Sumatera, di 2017 ini, sudah tiga hewan dilindungi karena keberadaannya di ambang punah ini yang ditemukan tewas, Kamis (26/10/2017).
|
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com - Kawanan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) memasuki permukiman penduduk di Dusun Sumberwaras, Desa Seiserdang, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Sabtu (21/10/2017) siang.

Kebetulan, dusun ini berada di perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), kawasan lindung yang menjadi habitat gajah Sumatera.

Laporan Kepala Dusun Sumberwaras kepada petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) pada malam hari menyebutkan, kawanan gajah liar itu merusak lima rumah warga, merobohkan sembilan pohon kelapa, delapan pohon sawit dan satu pohon nangka.

Mereka terdiri dari sekitar 12 ekor, terdiri dari dua ekor gajah jantan besar, beberapa induk dan anak gajah.


"Tim menginformasikan seekor bayi gajah berumur setahunan tewas terperosok ke lubang bekas tunggul kayu. Kondisinya tidak memungkinkan untuk dievakuasi karena kawanannya masih berada di sekitar bangkai, radius 200 meter. Tim membatalkan proses pemakaman," kata Kabag Tata Usaha BBKSDA Sumut Tri Atmojo, Kamis (26/10/2017).

(Baca juga: Museum Sri Baduga Dapat Kiriman Arca Berkepala Gajah dan Berbadan Ular)

Tri menceritakan, hingga Minggu (22/10/2017) petang, kawanan gajah masih bertahan dan membuat suara gaduh karena terganggu dengan kedatangan tim BBKSD Sumut yang ingin mengidentifikasi bangkai gajah dan hendak memindahkan bangkai ke lubang yang baru.

"Posisi bangkai terperosok setengah badannya, semua kakinya di dalam tanah, hanya bagian punggung dan kepala saja yang tersisa. Setelah kawanan gajah pergi, tim menguburnya," ungkapnya.

Dia mengatakan, lokasi kejadian adalah kawasan dengan tutupan hutan yang kondisinya masih baik.

Kawanan gajah melintasi daerah ini setiap tiga bulan sekali dan masyarakat sudah terbiasa dengan kehadiran gajah sehingga tidak pernah terjadi konflik antara satwa dan manusia. Dusun Sumberwaras, menurutnya, berpenghuni 20 kepala keluarga.

"Jarak antara dusun dengan TNGL lebih kurang 1 kilometer. Hasil pengecekan tim, tidak ada ditemukan tanda-tanda mencurigakan seperti racun, perangkap, atau hal membahayakan lainnya," ucapnya.

Keadaan sekitar bangkai ditemukan bersih dari rumput dan semak belukar. Tanah di sekitar lubang terlihat padat akibat aktivitas dari kawanan gajah menolong satwa malang ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X