Status Kawah Sileri Dieng Turun ke Level Normal

Kompas.com - 02/10/2017, 20:00 WIB
Kondisi Kawah Sileri di kompleks Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah pasca-semburan lumpur dan efupsi freatik, Senin (3/7/2017) lalu. KOMPAS.com/Iqbal FahmiKondisi Kawah Sileri di kompleks Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah pasca-semburan lumpur dan efupsi freatik, Senin (3/7/2017) lalu.
|
EditorErlangga Djumena

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan tingkat status Kawah Sileri, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dari Level II (waspada) menjadi Level I (normal).

Penurunan status ini dilakukan atas dasar hasil evaluasi data visual dan instrumental yang terekam hingga Senin (2/10/2017) pukul 12.00 WIB. Meski demikian, radius aman untuk masyarakat dan wisatawan tetap pada jarak 100 meter dari bibir kawah.

Kepala Pos Pantau Gunung Api Dieng, Surip mengatakan, sejak 22 September 2017 lalu, petugas merekam sedikitnya terjadi lima kali gempa tektonik jauh, empat kali gempa tektonik lokal, delapan gempa vulkanik Dalam (VA) serta dua kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan 72 kali gempa hembusan.

“Namun sejak tanggal 28 September 2017 lalu, gempa tremor sudah tidak lagi terekam oleh seismograf,” katanya melalui rilis resmi, Senin (2/10/2017).

Baca juga: Status Kawah Sileri Waspada, Obyek Wisata Dieng Tetap Buka

Sementara dari pengamatan geokimia gas dan suhu air di Kawah Sileri menunjukkan angka relatif stabil, yakni kisaran 93,4-93,5 derajat Celcius. Begitu pula dengan suhu tanah Kawah Sileri yang stabil dalam kisaran 69,3-69,9 derajat Celcius.

"Hasil pengukuran suhu air dan suhu tanah di sekitar Kawah Sileri sudah mulai menurun sejak 27 September 2017, dan terlihat jelas (penurunannya) pada 29 September 2017,” ujarnya.

“Sementara dari pengamatan visual, asap Kawah Sileri bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Tinggi asap Kawah Sileri antar 10-60 meter,” tambah Surip.

Meski aktivitas dan status diturunkan, Surip mengimbau masyarakat untuk tetap tidak beraktivitas dalam radius 100 meter dari bibir kawah. Selain Sileri, ancaman gas beracun (CO2 dan H2S) juga masih menjadi potensi ancaman di Kawah Timbang.

“Masyarakat agar tetap waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari satu meter, karena dapat berpotensi terancam bahaya gas beracun,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X