Warga Pandanwangi Bandung Sukses Ciptakan Kawasan Tanpa Rokok

Kompas.com - 27/09/2017, 06:54 WIB
Salah seorang pengendara saat melintasi spanduk imbauan larangan merokok di Komplek Pandanwangi RT 09, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, Selasa (26/9/2017).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Salah seorang pengendara saat melintasi spanduk imbauan larangan merokok di Komplek Pandanwangi RT 09, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, Selasa (26/9/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com - Asap rokok memang mengganggu. Masyarakat di Komplek Pandanwangi RW 09, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung pun sepakat akan hal itu.

Karena itu, warga di sana melakukan gerakan nyata dengan menciptakan ' Kawasan Tanpa Rokok'. Gagasan itu tercetus dari pikiran Agus Supendi (63) ketua RW setempat.

Kepada Kompas.com, Selasa (26/9/2017) sore, Agus menceritakan awal tercetusnya gagasan kawasan tanpa rokok.

Ide itu berawal pada awal tahun 2014. Saat itu, Agus beserta sang istri sedang menumpangi angkutan kota. Ia mendapati dua orang pemuda tengah merokok di dalam angkot.

(Baca juga: Tak Bisa Beli Rokok, 2 Pelajar Nekat Rampas Tas Ibu-ibu)

Istri Agus beserta penumpang lain kesal dengan ulah pemuda itu. Ia pun berinisiatif menegur penumpang tersebut.

"Sesudah (ditegur) itu dia melotot, akhirnya dia matiin rokoknya dan turun. Penumpang lain berterima kasih sama saya. Dari saat itulah saya berpikir harus memberi contoh yang baik bagi orang lain," kata Agus saat berbincang di halaman kantor RW 09.

Tekadnya kian bulat. Ia mulai aktif melakukan sosialisasi larangan merokok di lingkungan RW 09. Agus memasukkan kampanye kawasan tanpa rokok dalam setiap forum. Ia tak menyangka upayanya mendapat dukungan dari warga lain.

"Akhirnya saya bekerja sama dengan kelurahan, puskesmas, dan karang taruna. Akhirnya didukung oleh semuanya. Sosialiasi ke tiap warga, door to door. Kalau ada rapat, pengajian, arisan, forum apa saja saya singgung soal itu. Spanduk-spanduk dipasang," ucap Agus.

Spanduk larangan merokok terpasang di halaman kantor RW 09 Komplek Pandanwangi, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, Selasa (26/9/2017)KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Spanduk larangan merokok terpasang di halaman kantor RW 09 Komplek Pandanwangi, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, Selasa (26/9/2017)

Aksi itu terendus Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang saat itu baru beberapa bulan menjabat. Ridwan pun datang dan membuat deklarasi 'Kawasan Tanpa Rokok' yang turut ditandatangani warga.

Deklarasi itu melahirkan enam poin kesepakatan tentang zonasi kawasan tanpa rokok. Sejak saat itu pula, Agus beserta tokoh masyarakat lain kian agresif menyampaikan kampanye kawasan tanpa rokok.

"Nah, saya razia agar tidak ada asbak di dalam rumah," akunya.

Cara itu ternyata cukup efektif. Dia mengatakan, RW 09 dihuni 2.600 jiwa. Dari jumlah itu mayoritas perokok. Namun, setelah kampanye gencar dilakukan, banyak perokok yang perlahan berhenti atau setidaknya tak merokok di lingkungan rumah.

"Dari yang kita data, hanya 112 orang yang merokok. Itu pun mereka gak berani merokok di lingkungan sini," ungkapnya.

(Baca juga: Mengganti Kecanduan Rokok dengan Kecanduan Lari)

Agus sadar, jika tindakannya berpotensi menciptakan gesekan di masyarakat. Pro dan kontra pun sempat mencuat. Namun, tekadnya tak kendor. Ia terus melakukan pendekatan kepada warga dengan memberikan pemahanan bahaya merokok.

"Walaupun bukan warga sini saya tegur kalau merokok di area terlarang. Saya pernah debat juga sama saudara saya yang datang ke rumah karena saya larang dia merokok," tuturnya.

Keseriusan warga RW 09 menciptakan kawasan tanpa rokok, terlihat dari banyaknya spanduk dan stiker dengan pesan larangan tanpa rokok.

Dodi Setiadi, Ketua Forum Komunikasi Kawasan Tertib Asap Rokok (KTR) RW 09 menjelaskan, secara tegas pihaknya tidak melarang warganya merokok. Namun dengan lahirnya enam poin kesepakatan itu, pihaknya mempersempit ruang gerak bagi perokok.

"Secara tegas kita tidak larang merokok, tapi kita buat aturan secara halus," ujarnya.

Agus Supendi (63) ketua RW 09 Komplek Pandanwangi, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, saat menunjukan enam poin kesepakatan zonasi kawasan bebas rokok, Selasa (26/9/2017)KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Agus Supendi (63) ketua RW 09 Komplek Pandanwangi, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, saat menunjukan enam poin kesepakatan zonasi kawasan bebas rokok, Selasa (26/9/2017)

Pola pendekatan personal menjadi resep suksesnya mencipatakan kawasan tanpa rokok. Kuncinya, sambung Dodi, punya konsistensi dan komitmen yang besar untuk membuat lingkungan yang lebih sehat.

"Kiatnya, pendekatan dengan baik, yang ngeyel juga banyak. Tapi itikad kita kan baik dan kita juga bersabar," tuturnya.

Rangga (45) salah seorang warga RT 08 mengaku masih merokok. Namun, sejak adanya aturan itu ia lebih segan untuk merokok di luar rumah.

"Aturannya ada bagusnya jadi gak di mana saja ngerokoknya. Kalau orang sini yang perokok kebanyakan merokoknya di kolam pancing yang jauh dari lingkungan RW 09," ujarnya.

Mulyadi (36), warga lainnya pun perlahan mulai mengurangi kebiasaannya merokok. Namun ia pun jujur mengakui masih sulit untuk berhenti merokok. "Dampaknya sih saya jadi ngurangin (merokok). Biasanya sehari dua bungkus, sekarang jadi sebungkus," ungkapnya.

Mulyadi yang bertugas mengurus kantor RW kerap menegur warga lain yang kedapatan merokok di lingkungan RW 09, khususnya para pelajar.

"Tapi mereka kalau ditegur ngamuk, pasti ada saja fasilitas RW yang dirusak seperti pot bunga, bahkan kaca pos ronda pernah dirusak juga," jelasnya.


EditorReni Susanti

Terkini Lainnya


Close Ads X