Tak Bisa Beli Rokok, 2 Pelajar Nekat Rampas Tas Ibu-ibu - Kompas.com

Tak Bisa Beli Rokok, 2 Pelajar Nekat Rampas Tas Ibu-ibu

Kompas.com - 14/09/2017, 19:46 WIB
Dua pelajar pelaku Curas MA dan DT saat ditanyai Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin alasan melakukan aksi perampasan tas.KOMPAS.com/Wijaya Kusuma Dua pelajar pelaku Curas MA dan DT saat ditanyai Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin alasan melakukan aksi perampasan tas.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Beralasan tak punya uang untuk beli rokok, dua pelajar yang merupakan warga Sleman nekat melakukan aksi perampasan. Target dari aksi kedua pelajar ini adalah ibu-ibu pengendara sepeda motor yang membawa tas cangklong samping.

Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin mengatakan, ada dua remaja yang berhasil diamankan dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

"Kita berhasil menangkap pelaku curas, inisial MA (18) warga Ngemplak, Sleman dan DT (18) warga Ngaglik, Sleman," ujar Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin, Kamis (14/9/2017).

Heru menuturkan, kedua tersangka baik berstatus pelajar. Keduanya merampas tas ibu-ibu ketika jalanan sepi. "Saat kondisi jalan sepi, mereka mengejar mengunakan motor. Lalu melihat, kalau tas mudah dirampas mereka akan menjalankan aksinya," tuturnya.

(Baca juga: Pria yang Rampas Pistol Anggota Brimob adalah Mahasiswa Drop Out)

Di dalam aksinya, keduanya mempunyai tugas masing-masing. Tersangka DT berperan sebagai Joki sepeda motor, sedangkan MA membonceng dan bertugas melakukan eksekusi.

"MA ini membonceng sambil membawa cutter. Begitu melihat target, didekati lalu tali tas oleh MA dipotong dengan cutter agar mudah ditarik. Setelah mendapatkan (tas) langsung melarikan diri," ucapnya.

Dari laporan salah satu korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, dan berhasil menangkap MA dan DT. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing.

"Dari penyelidikan diketahui motor yang digunakan keduanya adalah milik temannya. Mereka meminjam, alasannya untuk membeli makan. Tapi ternyata digunakan untuk melakukan tindak kejahatan," ungkapnya.

Kepada polisi, MA mengaku nekat merampas tas karena tidak punya uang jajan. Dari situlah ia lalu mengajak DT untuk melakukan aksi perampasan di jalan dengan meminjam motor temannya.

"Saya tidak punya uang jajan untuk beli rokok. Saya lalu mengajak DT," tuturnya.

(Baca juga: Seorang Warga Nekat Rampas Senpi dan Aniaya Anggota Brimob)

 

Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu buah telepon seluler warna hitam, satu unit sepeda motor jenis trail, dan satu buah cutter yang digunakan untuk memotong tali tas korban.

Akibat perbuatanya, MA dan DT dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. 

Kompas TV Polisi membekuk tiga dari empat pelaku perampokan dan pembunuhan sopir taksi online


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan
Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Megapolitan
Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Megapolitan

Close Ads X