Dana Bencana Belum Bisa Cair, Gubernur Bali Minta Bantuan Elpiji untuk Pengungsi

Kompas.com - 25/09/2017, 19:40 WIB
Sejumlah pengungsi letusan Gunung Agung berada di posko pengungsian Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (24/9/2017). Jumlah pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, 2.423 jiwa yang tersebar di 10 titik di Kabupaten Buleleng dan jumlah tersebut terus bertambah karena masih ada beberapa warga yang bertahan di rumahnya walaupun status gunung sudah pada level awas. ANTARA FOTO/Wira Suryantala/ama/17. ANTARA FOTO/Wira SuryantalaSejumlah pengungsi letusan Gunung Agung berada di posko pengungsian Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (24/9/2017). Jumlah pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, 2.423 jiwa yang tersebar di 10 titik di Kabupaten Buleleng dan jumlah tersebut terus bertambah karena masih ada beberapa warga yang bertahan di rumahnya walaupun status gunung sudah pada level awas. ANTARA FOTO/Wira Suryantala/ama/17.
|
EditorReni Susanti

KARANGASEM, KOMPAS.com - Pengungsi Gunung Agung sangat membutuhkan bantuan gas elpiji untuk memasak bahan makanan di dapur umum posko pengungsian. Setiap harinya, dibutuhkan rata-rata 1,5 ton gas elpiji.

"Alat masak ada. Apa yang dimasak ada. Tapi gas yang masih dibutuhkan," ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat koordinasi dengan Komisi III DPRD Bali di Posko Komando Pengendalian Gunung Agung di Tanah Ampo, Karangasem, Senin (25/9/2017). 

Pastika berharap, ada bantuan gas untuk para pengungsi tersebut. Pasalnya Pemerintah Provinsi Bali belum bisa mencairkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar untuk membantu pengungsi.

Dana tersebut, sambung Pastika, belum bisa digunakan untuk membeli gas karena terkendala aturan. Gelombang pengungsi saat ini belum masuk kategori status bencana. Status bencana akan diberikan jika Gunung Agung meletus.

(Baca juga: Penduduk Diimbau Mengungsi, Ini Bahaya Awan Panas Gunung Agung)

 

Pastika tak ingin pencairan dana bencana alam berdampak hukum di kemudian hari. Karenanya ia berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali terkait pencairan dana tersebut.

"Ini kita koordinasi sama Kejati dulu biar bisa cair uangnya itu, bagaimana caranya. Jangan sampai ada yang mati dulu baru bisa cair," kata Pastika. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X