"Ambillah Mobilnya, tetapi Jangan Nyawa Suamiku"

Kompas.com - 25/09/2017, 10:43 WIB
Dita duduk berada di sebelah jasad David Simanjuntak, ayahnya. David merupakan sopir Grab yang meninggal dunia karena dirampok penumpangnya. 
Tribun Medan/JefriDita duduk berada di sebelah jasad David Simanjuntak, ayahnya. David merupakan sopir Grab yang meninggal dunia karena dirampok penumpangnya.
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com - Yorida Sihombing tak kuasa menahan tangisnya. Dia terduduk lemas di samping peti mayat suaminya, David Julher Simanjuntak (46), yang berbalut kain putih.

Wanita berambut pendek ini mengaku tak habis pikir, David akan tewas ditikam oleh sejumlah begal saat bekerja sebagai sopir taksi online, Minggu (24/9/2017) dini hari. David ditemukan tewas dengan 26 tusukan di tubuhnya.

"Ambillah mobilnya, jangan ambil nyawanya. Ini sudah diambil mobil dan uangnya, diambil mobilnya, dibunuh lagi dengan 26 tusukan. Kejam kalilah itu, pasti orang yang pakai narkobanya itu," ungkapnya di rumah duka, Minggu.

Dia menduga, kejadian itu terjadi ketika suaminya tengah dalam perjalanan pulang ke rumah.

"Dia pasti lagi mau beli makan malam, dia itu tidak pernah pulang kemalaman. Biasanya paling lama itu pulang jam 10 malam," ungkapnya.

(Baca juga: Dua Hari, 2 Pengemudi Transportasi Online di Medan Tewas Dibunuh)

Yorida mengaku tak memiliki firasat apa pun sebelum suaminya berangkat kerja. Dia hanya mengaku gelisah ketika suaminya tak kunjung pulang hingga pukul 12 malam hingga dia kemudian berinisiatif menelepon.

"Jam 10 masih belum gelisah. Tapi sudah hampir jam 12 ke atas aku enggak bisa tidur. Tidur sebentar bangun lagi. Baru jam 3 datang 5 orang polisi datang ke rumah katakan suami saya jadi korban. Di situ saya langsung shock," ungkapnya.

Yorida mengaku, dirinya sempat meminta kepada suami untuk mengambil uang via mesin ATM. Namun hingga pukul satu dini hari, David tak kunjung mengangkat teleponnya.

"Kusuruh memang untuk ambil uang Rp 1,5 juta. Sampai jam 1 aku hubungi masih bunyi HP-nya tapi enggak diangkat-angkat, biasanya enggak seperti ini. Di situlah aku mulai gelisah," ucapnya dengan nada parau.

(Baca juga: Ditembak Mati, Perampok yang Bunuh Sopir Taksi Online di Medan)

Sementara itu, abang korban, T Simanjuntak, mengaku tak kuasa melihat kondisi mayat adiknya. Dia juga tak habis pikir par apelaku tega merampok orang yang hidup pas-pasan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X