Perahu Tenggelam di Alor, Satu Penumpang Hilang

Kompas.com - 23/09/2017, 09:32 WIB
EditorSandro Gatra

KUPANG, KOMPAS.com - Perahu Kenangan Indah yang mengangkut 16 penumpang asal Alor, Kabupaten Alor tenggelam di Selat Alor, Sabtu (23/9/2017) pukul 01.00 WITA.

Saat itu, perahu sedang dalam pelayaran menuju Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, satu penumpang hilang.

"Peristiwa tenggelam perahu itu karena dihantam arus yang sangat keras ketika memasuki teluk Selat Alor," kata Hamid Anas, salah seorang penumpang ketika dihubungi melalui telepon, Sabtu, seperti dikutip Antara.

Perahu Kenangan Indah dinahkodai Abdul Rasid serta tiga ABK dengan penumpang 16 orang, dua antaranya anak-anak.

Perahu itu, menurut Anas, juga membawa kebutuhan pokok seperti beras, minyak tanah, bensin, kopi.

Perahu ini berangkat dari Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor sekitar pukul 24.30 WITA. Setelah 30 menit perjalanan, perahu dihantam gelombang yang sangat keras hingga tenggelam.

"Pada saat kejadian itu penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Bahkan sejumlah penumpang sempat bertahan di atas kapal sambil berteriak minta pertolongan," kata Anas.

Ia menuturkan, 30 menit setelah peristiwa, para nelayan yang bermukim tidak jauh dari lokasi kejadian datang menyelamatkan para penumpang. Para korban kemudian dievakuasi ke Pantai Alor Kecil.

Anas mengatakan, dalam peristiwa ini satu penumpang masih hilang dan sedang dalam proses pencarian anggota Pos Basarnas Alor.

Para penumpang selamat menginap di rumah adat warga Alor kecil sebelum dievakuasi oleh aparat Polres Alor ke Kalabahi, pukul 06.00 WITA.

"Saat ini saya sedang berada di Polres Alor bersama para penumpang lainnya," kata Anas.

Kepala Pos Basarnas Alor Rofi yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, pihak Basarnas masih melakukan koordinasi di lapangan terkait peristiwa itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Regional
Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Regional
Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Regional
Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Regional
Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Regional
Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Regional
Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Regional
UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X