Pensiunan Guru Ditemukan Tewas di Lokalisasi Prostitusi

Kompas.com - 14/09/2017, 22:43 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.
|
EditorReni Susanti

KUPANG, KOMPAS.com - Nasib nahas menimpa seorang pria berinisial MLR. Warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas di dalam salah satu kamar lokalisasi prostitusi Karang Dempel (KD), Kelurahan Alak.

MLR yang juga adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru itu, ditemukan tewas di kamar salah satu penghuni lokalisasi berinisial R (39), Kamis (14/9/2017) sore sekitar pukul 14.00 wita.

Dalam keterangan kepada sejumlah wartawan, R mengaku kalau MLR datang ke kamarnya sekitar pukul 12.00 Wita. Belum sempat melakukan apapun, MLR sudah tewas.

"Kejadiannya ini sangat mendadak, sehingga saya pun tidak menyangka, dia (MLR) akan meninggal di dalam kamar saya. Kami juga belum melakukan apapun," tuturnya.

(Baca juga: Pemkot Surabaya Akan Beli 17 Rumah Eks Wisma Lokalisasi Dolly)

 

Penghuni kamar lainnya berinisial I mengaku melihat MLR datang dan berhenti di kamar lainnya yang terletak di bagian bawah lalu mengkonsumsi sesuatu.

Kapolsek Alak, Kompol Margarita Sulabessy mengatakan, MLR ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan posisi terlentang di lantai sebelah tempat tidur dengan mengenakan baju kemeja serta celana dalam.

Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. "Saat ini kita masih dalami kasusnya untuk mencari tahu penyebab kematian MLR," tutupnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Regional
2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

Regional
Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X