Bayar Rp 150 Juta tetapi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Dewi Bunuh Paranormal

Kompas.com - 14/09/2017, 05:40 WIB
Tujuh tersangka pembunuh Sugeng Raharjo (35), diamankan aparat Polres Temanggung, Rabu (13/9/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaTujuh tersangka pembunuh Sugeng Raharjo (35), diamankan aparat Polres Temanggung, Rabu (13/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, Jawa Tengah, menangkap tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sugeng Raharjo (35), warga Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (13/9/2017) dini hari.

Ketujuh orang itu adalah Dewi, perempuan asal Klidang, Kabupaten Batang. Kemudian Wisnu, Aris, Didit, Kuncoro, Sunarto, Fajar dan Didit, semuanya pria asal Boja, Kabupaten Kendal.

Kepala Polres Temanggung AKBP Maesa Soegriwa menjelaskan, semua pelaku ditangkap setelah melalui serangkaian penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan keterangan para saksi.

"Mereka diciduk di dua lokasi berbeda, yakni di Klidang, Kabupaten Batang dan Boja, Kabupaten Kendal," kata Maesa dalam gelar perkara di markas Polres setempat, Rabu siang.

Untuk diketahui korban ditemukan tidak bernyawa di perkembunan karet PT Perkebunan Nusantara IX, Desa Selosabran, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Korban dikenal sebagai paranormal yang konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Maesa menyebut, pelaku Dewi dan Wisnu, adalah otak pembunuhan berencana tersebut.

Baca juga: Usai Bunuh Pasangan Pengusaha Garmen, Pelaku Mabuk-mabukan

Dewi ingin membunuh korban lantaran persoalan utang-piutang. Sebelum membunuh, Dewi mengaku sempat berobat kepada korban dengan membayar biaya sebesar Rp 150 juta.

"Tapi karena tak kunjung sembuh, Dewi mau minta uangnya kembali. Namun korban tidak mau melunasi. Sementara Wisnu berniat membunuh korban karena cemburu dengan korban yang dekat dengan Dewi," jelasnya.

Dua pelaku itu kemudian diduga bersekongkol dan mengajak lima teman-temannya untuk mengeksekusi korban. Para pelaku membawa korban ke tengah perkebunan karet lalu memukulnya sampai meninggal dunia.

Untuk membunuh korban, Dewi rela menjual beberapa barang-barang miliknya dan kemudian diberikan kepada para pelaku lainnya.

“Kelima pelaku lainnya ini mendapat bagian uang dari Dewi bervariasi antara Rp 600.000 sampai Rp 1 juta, besarannya upah tergantung perannya masing-masing,” katanya.

Usai membunuh, para pelaku yang menggunakan mobil melarikan diri melewati wilayah Singorojo. Namun, mobil yang ditumpangi tersebut masuk ke got karena sedang dilakukan perbaikan jalan. Lalu pelaku meminta bantuan warga. Warga ada yang curiga karena ada bercak darah yang menempel di mobil.

"Kami tangkap seminggu setelah jenazah korban ditemukan warga. Kami juga temukan sejumlah kancing baju milik korban yang lepas dan tertinggal di sebuah rumah makan di daerah Kendal," ucapnya.

Baca juga: Pria Bertato Coba Bunuh Diri dengan Panjat Tiang Listrik di Kebumen

Untuk diketahui, korban Sugeng ditemukan tewas di perkebunan karet milik PT Perkebunan usantara IX Bojongrejo di Dusun Sapen, Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen, Sabtu (9/9/2017). Saat ditemukan, ada bekas jeratan di leher korban dan juga tusukan benda tajam di bagian lehernya. Selain itu, bagian kepala korban juga ditutupi dengan karung plastik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Regional
Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Regional
Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Regional
Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Regional
Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Regional
Masjid Hadiah Pengeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Masjid Hadiah Pengeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Regional
Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Regional
Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Regional
Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Regional
Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang 'Lebai' Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang "Lebai" Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Regional
Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Regional
Kisah Dita Leni Ravia, Siswi SMKN di Gunungkidul yang Namanya Viral...

Kisah Dita Leni Ravia, Siswi SMKN di Gunungkidul yang Namanya Viral...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X