Derita Nurlina, Terkena Kanker Stadium 4, Diceraikan Suami dan Ditolak Keluarga

Kompas.com - 04/09/2017, 19:04 WIB
Nurlina pasien kanker asal Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya bisa berbaring di tempat tidur tanpa menjalani operasi pengangkatan kanker yang mengerogoti tubuhnya. KOMPAS.ComNurlina pasien kanker asal Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya bisa berbaring di tempat tidur tanpa menjalani operasi pengangkatan kanker yang mengerogoti tubuhnya.
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Nurlina, pasien kanker payudara stadium empat asal Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa menumpang di Puskesmas Pembantu Pasiang.

Wanita malang ini sempat dirujuk Rumah Sakit Umum Polewali Mandar ke Rumah Sakit Regional dr Wahidin, Makassar. Namun di RS dr Wahidin selama hampir dua bulan, ia mengaku tidak menjalani kemoterapi ataupun operasi. Ia pun memilih pulang ke kampung halamannya.

Karena tak punya sanak keluarga yang bersedia menampungnya, Nurlina kini terpaksa tinggal di salah satu ruangan di puskesmas pembantu Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, sejak lebih dari dua pekan terakhir.

Di puskesmas pembantu itu, Nurlina berjuang melawan rasa sakit. Ia berharap penyakit kanker yang sudah menjalar hingga ke badan dan lengannya itu bisa sembuh.

Baca juga: Menderita Kanker, Lusia Hanya Bisa Tergolek di Rumah Tetangga

Nurlina kini hanya mengandalkan ramuan atau obat tradisional dari dedaunan alami.

“Saya sudah berulang kali katanya mau dikemoterapi, tapi sampai batas waktu yang dijanjikan tak kunjung ada. Saya hanya diminta petugas untuk banyak bersabar dan berdoa,” tutur Nurlina.

Sementara itu, putri Nurlina, Arlin (8) yang pendidikannya sempat terkatung-katung lantaran ibunya harus berpindah-pindah menjalani perawatan kini dititipkan di seorang bidan bernama Fitri. Bidan Fitri bersedia membantu merawat dan menyekolahkan Arlin.

“Saya sudah bilang sama bidan, kalau kelak saya meninggal saya berharap anak saya dirawat baik-baik agar bisa tumbuh normal seperti anak-anak lainnya meski tanpa kehadiran saya,” kata Nurlina.

Dia pasrah denga kondisi penyakitnya yang tak kunjung membaik.

Sementara itu, bidan Fitri sudah berupaya membantu Nurlina dan anaknya keluar dari masalah sosial yang dihadapinya. Ia juga akan memasukkan Arlin ke sekolah tak jauh dari Pustu Pasiang agar bisa bersekolah seperti anak-anak seusianya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Regional
Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X