Rencong, dari Simbol Kewibawaan Menjadi Cendera Mata

Kompas.com - 04/09/2017, 07:22 WIB
Rencong Kompas.com/MasriadiRencong
|
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com - Utoh Ishak (50) di Desa Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, terlihat santai. Hari itu dia tak dia tak membuat rencong maupun parang. Sebutan utoh melekat di belakang namanya, dalam artian kemampuannya sebagai pandai besi telah diakui masyarakat.

“Sekarang ini pesanan jarang. Jadi saya jarang buat rencong lagi,” katanya, akhir pekan lalu.

Dia memperlihatkan beberapa sisa rencong yang belum diambil pemesan. Harganya variatif, tergantung ukuran. “Ada yang Rp 10.000 hehehe,” sebutnya sambil tertawa.

Di kampung itu, hanya Ishak, satu-satunya pandai besi yang dikenal pembuat rencong. Dia melakoni kerajinan itu sejak puluhan tahun lalu. Pemesan, sambung Ishak, datang dari berbagai daerah nusantara. “Ada yang dari Medan, Banda Aceh dan Jakarta. Dari saya, mereka beli, lalu dijual lagi bahkan kabarnya sampai ke Eropa sudah itu rencong,” ucapnya.

Baca juga: Jokowi Resmikan Museum Keris di Solo

Menurut dia, sejauh ini ada empat jenis rencong, salah satunya rencong meucungkek. Jenis ini pada gagangnya bentuk panahan sebagai tempat tangan untuk digenggam.

Lalu ada pula rencong meupucok, jenis ini umumnya gagangya berukiran dengan bahan logam, sebagian dibalur dengan warna emas. Bagian awal gagang agak kecil lalu membesar sampai ke ujung. Lazimnya jenis ini digunakan dalam seremonial adat di Aceh.

“Ada juga rencong pudoi, ini gagangnya lebih pendek dan kurus. Seperti rencong yang belum siap dikerjakan. Tapi ini memang bentuknya begitu,” ungkap Ishak.

Terakhir, sambung Ishak, rencong meukuree, bedanya dengan rencong lain yaitu ukuran pada badan rencong. Beragam ukiran terdapat di sana, seperti ulang, bunga, lipan dan aneka gambar sesuai yang diperlukan.

Dulu, rencong bukan sebatas senjata tradisional kebanggan masyarakat Aceh. Senjata ini digunakan pula sebagai alat perlawanan terhadap Belanda. Karena itu pula, ukurannya beragam. Mulai dari 10 sentimeter hingga sedepa tangan dewasa.

“Bagi saya ini meneruskan tradisi. Jadi, tak ada pesanan juga tak apa-apa. Saya buat rencong ini untuk meneruskan tradisi senjata kita,” ucap Ishak.

Baca juga: Kecanggihan Para Empu Keris

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kondisi Menurun, Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Kondisi Menurun, Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur Garda Depan. Namun, Lindungi Peralatan Tempur Kami. Kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur Garda Depan. Namun, Lindungi Peralatan Tempur Kami. Kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Regional
UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

Regional
Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Regional
Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Fakta Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Sering Menangis hingga Ditangkap Polisi

Regional
Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Anggap Sterilisasi Pelabuhan Parepare Tidak Serius, Anggota DPRD Mengamuk

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Cegah Penyebaran Virus Corona, Jam Malam Diterapkan di Mataram

Regional
Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Papua, Jumlah di Merauke Diklarifikasi

Regional
Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Regional
Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Regional
UPDATE: Pasien 05 Positif Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia

UPDATE: Pasien 05 Positif Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X