Kompas.com - 18/08/2017, 20:14 WIB
Video seorang wanita dihakimi massa karena mencuri emas di Medan. screenshot FacebookVideo seorang wanita dihakimi massa karena mencuri emas di Medan.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

MEDAN, KOMPAS.com - Video seorang perempuan di Kota Medan yang dihakimi massa karena diduga telah mencuri emas viral di media sosial.

Aksi itu memancing reaksi dan emosi warga internet hingga bermunculan komentar bernada kecaman.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamaian Hutahaean yang dikonfirmasi Kompas.com membenarkan peristiwa tersebut.

Dia mengatakan, pelaku diduga mencuri emas di toko milik S Tarigan yang berada di Jalan Letda Sujono Nomor 150 B, Medan pada Kamis (17/8/2017) sore.

Baca juga: Usai Tertabrak, 2 Penjambret Ini Babak Belur Dihakimi Massa

Karena kedapatan mencuri, pelaku sempat dihajar massa. Namun setelah pelaku diamankan dan dibawa ke kantor Polsek Seituan, pemilik toko mengatakan tidak ingin melaporkan pelaku karena merasa barang yang dicuri sudah dikembalikan.

Sementara pelaku juga tidak ingin melaporkan orang-orang yang menganiayanya karena merasa telah melakukan kesalahan. Pelaku pulang dari kantor polisi setelah dijemput suaminya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah kita amankan, tidak berapa lama pelaku dijemput suaminya. Pelaku tidak ada niat melaporkan orang-orang yang menganiaya meski sudah kami tanyakan. Mungkin karena dia merasa bersalah juga," kata Pardamaian, Jumat (18/8/2017) malam.

Ditanya kondisi pelaku saat diamankan, Pardamaian bilang, tidak babak belur sehingga harus masuk rumah sakit.

"Tidak seperti yang dilaporkan medsos, tidak babak belur, tidak masuk rumah sakit. Pelaku baik-baik dijemput suaminya. Saya imbau masyarakat supaya jangan main hakim sendiri. Kalau ada kejadian seperti ini laporkan ke polisi, biar hukum yang menyelesaikannya," tegasnya.

Seperti pemberitaan yang beredar, seorang perempuan dituduh mencuri emas lalu dihakimi massa di Medan.

Baca juga: Diduga Curi Motor, Siswa Ini Dihakimi Massa saat Hendak Ikuti UN

Dalam video tersebut, terlihat massa menendang dan menyeret perempuan yang terus menutupi mukanya dan pasrah menerima pukulan. Salah satu pengunggah ke Facebook adalah akun bernama Eris Riswandi pada 17 Agustus 2017. Video sengaja tidak ditayangkan karena mengandung unsur kekerasan.

Kompas TV Pelaku penusukan tidak rela diceraikan. Pelaku nyaris tewas karena dihakimi massa.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.