Menteri Susi: Saat Ini Menterinya Sudah Pintar, Jangan Dibohongi

Kompas.com - 15/08/2017, 06:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mendapat bingkisan dari nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Jawa Tengah, Senin (14/8/2017). KOMPAS.com/Iqbal FahmiMenteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mendapat bingkisan dari nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Jawa Tengah, Senin (14/8/2017).
|
EditorCaroline Damanik

CILACAP, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meluncurkan program Kredit Ultra Mikro (KUM) untuk sektor perikanan di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (14/8/2017).

Dalam sambutannya, selain membahas tentang permodalan, menteri wanita era Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini juga menyinggung soal illegal fishing atau pencurian ikan.

Illegal fishing dulu dilakukan kapal asing, sekarang sudah ga ada kapal asing malah jadi nelayan sendiri yang nyuri karena tidak bayar pajak,” katanya.

Untuk itu, saat ini perizinan untuk mengurus Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) bagi kapal di atas 10 GT (gross tonnage) diperketat. Syarat yang harus dilengkapi antara lain laporan hasil tangkapan, bukti pembayaran pajak, hingga bukti pembayaran asuransi bagi anak buah kapal (ABK).

“Pemerintah sudah menertibkan kapal ikan asing, yang nyuri ikan sudah tidak ada. Nah sekarang ikan sudah banyak, mbok ya bayar pajak, ABK juga diasuransikan,” katanya.

(Baca juga: Menteri Susi: Catat, Lapor Langsung ke Nomor Ibu kalau Kredit Tak Sesuai)

Menteri yang populer dengan jargon ‘tenggelamkan’ itu juga mengungkap modus illegal fishing yang tengah diantisipasi oleh pihaknya, yakni terkait dengan data kepemilikan kapal yang masih sering dipalsukan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pemilik kapal juga harus jelas, sekarang banyak pemilik kapal yang tidak jelas atas namanya. Pake nama saudara, pembantu. Jangan-jangan itu kapal eks asing balik lagi, pakai nama tukang becak,” ujarnya.

Mbok yo jangan diapusi ibu menteri, saiki menterine madan pinter. Ora iso ngadali ibu menteri sing saiki, iyo po ora? (Ya Ibu Menteri jangan dibohongi. Saat ini menterinya sudah pintar. Enggak bisa bohongi Ibu Menteri yang sekarang, betul enggak?)” seloroh Susi langsung disambut sorak sorai ratusan nelayan.

Seperti biasa, Susi tampil ‘nyentrik’. Menteri asal Pangandaran, Jawa Barat, ini tampil cantik dengan balutan batik hitam bermotif bunga warna merah dan ungu.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Tunggul Wulung hingga sampai di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), rambut ikal Menteri Susi tergerai dan masih terlihat basah.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X