Menteri Susi: Manusia Indonesia Harus Dipersiapkan dengan Lebih Baik - Kompas.com

Menteri Susi: Manusia Indonesia Harus Dipersiapkan dengan Lebih Baik

Kompas.com - 14/08/2017, 08:01 WIB
Menteri Susi berbicara di hadapan para nelayan di NatunaKKP/DIDIK HERIYANTO Menteri Susi berbicara di hadapan para nelayan di Natuna

JOMBANG, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, anak-anak Indonesia harus menjadi anak yang lebih cerdas supaya dapat menjawab tuntutan globalisasi dan kompetisi di dunia yang semakin berat.

"Manusia Indonesia harus dipersiapkan dengan lebih baik untuk menjadikan manusia yang lebih kuat, lebih punya semangat dan punya prinsip serta tujuan dalam hidupnya, terutama dari menjaga arus pengaruh ideologi aliran yang bisa mengganggu ketenangan hidup berbangsa dan bernegara," kata Susi, di Jombang, Minggu (13/8/2017).

Menurut dia, agama menjadi pilar penting dalam menjaga norma aturan dan etika hidup berbangsa, berkomunikasi dan juga tata negara. Untuk itu, ia menyebut tanpa agama yang kuat, negara akan kehilangan arah, stabilitas politik dan ekonomi menjadi tidak baik.

Susi menambahkan, pondok pesantren juga cikal bakal pendidikan selain sekolah umum. Ia  optimistis pondok pesantren akan lebih mengintensifkan dan mempunyai waktu lebih banyak dalam mengaplikasikan beragam pelatihan.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Bicara Perbedaan dengan Kalla hingga Isu Kartel

Terkait hal itu, di SMA Trensains Tebuireng, Pondok Pesantren Tebuireng II, Jombang, Susi menyatakan bahwa pesantren yang ada di Indonesia harus bisa mandiri dalam sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan protein para santrinya. Sehingga sebut dia, para santri bisa menjadi generasi yang cerdas.

"Kami ingin agar para santri bisa mendapatkan cukup asupan ikan, asupan protein untuk anak-anak supaya pintar. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kompetitif sama pintarnya dengan orang luar," ucapnya.

Sementara saat penebaran perdana benih ikan lele sistem bioflok, Susi menyebutkan, pemerintah sengaja memberikan bantuan ikan lele kepada sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur supaya pesantren bisa membudidayakan ikan untuk kecukupan gizi para santri.

Dengan cara seperti itu, tingkat konsumsi ikan diharapkan meningkat hingga 1 kg per pekan. Sehingga dalam satu tahun tingkat konsumsi mencapai 50 kg per anak atau, sedikit di atas target pemerintah 46 kg per anak per tahun.

Susi juga menyerahkan bantuan program gerakan pakan mandiri kelompok budi daya ikan dan pondok pesantren, bantuan pakan, sarana pengolahan, bantuan sarana budi daya lele sistem bioflok untuk 21 penerima pondok pesantren se-Jatim yang total bernilai Rp 6,8 miliar.

Kompas TV Menteri Susi: Jokowi Dukung Kapal Pencuri Ditenggelamkan

EditorErlangga Djumena
Komentar