Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswa UGM Buat Aplikasi Pendeteksi Vaksin Palsu

Kompas.com - 11/08/2017, 22:28 WIB
Wijaya Kusuma

Penulis

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Terinspirasi kasus peredaran vaksin palsu yang meresahkan masyarakat pada beberapa waktu lalu, Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan aplikasi untuk membaca kode QR (Quick Response) di setiap botol vaksin yang diproduksi. Aplikasi ini, mampu mengecek asli dan palsunya sebuah produk obat vaksin.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Novrizal Dwi Rozaq, Anggito Kautsar, Musthafa Abdur Rosyied, Aditya Laksana Suwandi, dan Almantera Tiantana. Mereka merupakan mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi.

"Inspirasi membuat aplikasi yang diberinama APLISIN ini dari kasus peredaran vaksin palsu yang meresahkan masyarakat beberapa waktu lalu," ujar Novrizal Dwi Rozaq, dalam pers rilis Humas UGM, Jumat (11/8/2017).

Dia menyebutkan, adanya peredaran vaksin palsu, karena masyarakat sangat awam denhan cara mengecek keaslianya. Namun dengan APLISIN masyarakat bisa memastikan keaslian vaksin.

"Selama enam bulan, tim melakukan penelitian dan membuat aplikasi APLISIN," ucapnya.

Cara menggunakan aplikasi APLISIN cukup dengan memindai kode QR pada kemasannya. Kode QR adalah kode-kode berbentuk sandi-sandi dalam sebuah bentuk kotak.

"Masyarakat bisa cek secara mandiri dengan aplikasi ini, apakah vaksin asli atau palsu. Tinggal memindai kode QR, kode ini tidak bisa dipalsukan," kata dia.

Baca juga: Dinas Kesehatan DIY Jamin Vaksin Imunisasi MR Halal

Hasil pemindaian akan diverifikasi aplikasi ini. Sistem juga akan mengonfirmasi apabila kode QR terdaftar pada basis data.

"Jika kode QR terdaftar maka vaksin itu asli, jika tidak ditemukan artinya vaksin tersebut palsu atau bisa juga botol telah digunakan," ujarnya.

Namun demikian, sebut dia, masih  banyak botol vaksin yang tidak ada kode QR nya. Pada botol hanya ada nomor registrasi BPOM. Pihaknya berharap perusahaan vaksin mencantumkan kode QR.

Sementara itu, Anggito Kautsar menambahkan aplikasi APLISIN ini baru dalam tahap pengembangan. Rencananya para mahasiswa akan menggandeng BPOM untuk mensosialisasi kegunaan aplikasi tersebut serta menggandeng beberapa industri pembuat vaksin.

"Sementara ini kita hanya uji coba permulaan gunakan vaksin malaria dan demam berdarah," sebutnya.

Kompas TV Siswi sekolah menengah teologi Kristen Mamasa, bernama Riska meninggal dunia akibat digigit anjing terjangkit rabies.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com